Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Momen Iduladha sering kali menyisakan cerita tentang ketimpangan, di mana tumpukan daging kurban berpusat di kota besar sementara masyarakat pelosok desa kerap terlupakan. Membaca ketimpangan laten tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membuat langkah berbeda pada Iduladha 1447 Hijriah ini. Alih-alih memusatkan pemotongan di pusat kota, Pemprov Sumbar memilih menggeser kompas distribusinya langsung ke jantung pertahanan pangan masyarakat desa: wilayah-wilayah yang luluh lantak akibat bencana alam.
Langkah ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa, melainkan sebuah intervensi sosial yang terukur. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengumumkan bahwa lewat program tebar qurban pemprov sumbar, sebanyak 140 ekor sapi dan 33 ekor kambing berhasil dihimpun dari hasil gotong royong para Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta berbagai mitra strategis.
“Semangat berbagi ini menjadi bentuk nyata kepedulian kita terhadap sesama, termasuk bagi saudara-saudara kita di daerah terdampak bencana,” ujar Mahyeldi di Padang, Selasa (26/5/2026).
Fokus distribusi yang mengarah ke kabupaten dan kota terdampak bencana ini diharapkan mampu memulihkan psikologis sekaligus gizi masyarakat desa yang sedang berjuang bangkit dari puing-puing pascabencana.
Sebagai simbolis, hanya empat ekor sapi yang disembelih di halaman Masjid Baitul Auliya Kantor Gubernur Sumbar untuk warga sekitar perkantoran. Selebihnya, ratusan hewan kurban bergerak menjauhi kota, membelah jalur-jalur darat menuju wilayah perdesaan paling membutuhkan.
Menariknya, grafik kepedulian sosial di lingkungan Pemprov Sumbar menunjukkan tren yang sangat positif. Data perbandingan mencatat fluktuasi yang tajam dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2024, hewan kurban yang terhimpun berada di angka 74 ekor sapi. Angka ini sempat merosot menjadi 68 ekor sapi pada tahun 2025. Namun, ledakan partisipasi terjadi pada tahun 2026 ini, di mana jumlahnya melonjak drastis hingga dua kali lipat menjadi 140 ekor sapi dan 33 ekor kambing. Peningkatan signifikan ini menjadi indikator sahih bahwa kesadaran birokrasi dan korporasi daerah terhadap nasib masyarakat di tingkat tapak kian menebal.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.