Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 18 Mei 2026 17:11 WIB ·

Bersih Desa Karanglo Lor Ponorogo Pacu Gotong Royong


					Bersih Desa Karanglo Lor Ponorogo Pacu Gotong Royong Perbesar

Ponorogo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Pembangunan sebuah desa tidak melulu soal cor jalan atau urusan dana desa. Ada fondasi tak kasatmata yang jauh lebih krusial: kerukunan warga. Di Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, kerukunan dan modal sosial itulah yang sedang dirawat lewat tradisi bersih desa.

Selama tiga hari berturut-turut, 11–13 Mei 2026, desa ini mendadak riuh. Warga bergerak bersama menggelar beragam kesenian mulai dari gajah-gajahan, barongsai, hingga reog. Puncaknya ditandai dengan petikan dawai dan sabetan wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Minto Darsono di Balai Desa Karanglo Lor, Rabu malam (13/5/2026).

Lakon yang dibawakan pun bukan pilihan sembarang, melainkan Wahyu Makutorama. Sebuah kisah simbolis tentang petunjuk ilahi bagi manusia dalam menentukan langkah hidup dan mengurai benang kusut persoalan—sebuah refleksi mendalam yang relevan bagi tata kelola pemerintahan desa.

Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, yang hadir langsung di lokasi, tampak menyimak petuah-petuah luhur dari balik layar kain putih tersebut. Baginya, ritus tahunan ini memuat esensi yang jauh lebih dalam dari sekadar tontonan gratis.

“Pagelaran wayang selain dapat menghibur juga memberikan pembelajaran dan arah yang bisa diterjemahkan dalam laku sehari-hari,” tutur Bunda Lisdyarita.

Dari sudut pandang pembangunan daerah, bersih desa adalah instrumen pelestari gotong royong. Tradisi ini memaksa hubungan sosial antarwarga tetap terjaga erat, sekaligus memantik kembali rasa memiliki (handarbeni) terhadap tanah kelahiran serta menghormati jasa para leluhur babad alas desa.

Di tengah tantangan modernisasi, kebersamaan kolektif seperti ini menjadi benteng pertahanan desa. Tanpa adanya kerukunan, program pembangunan fisik apa pun akan sulit berjalan optimal.

“Terima kasih telah ikut nguri-nguri budaya. Bersih desa ini semoga membawa Karanglo Lor semakin kuat kerukunannya, kebersamaannya. Dan ini modal penting desa membangun dan maju,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sengketa Lahan Lempuing Jaya dan Sengkarut Arsip Desa

31 Juli 2026 - 20:33 WIB

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menanti Negara Mengakui Batas Administrasi Wilayah Adat Desa Darmo

29 Juli 2026 - 16:27 WIB

Kampus Sumbar Didorong Teliti dan Lestarikan Budaya Minangkabau

27 Juli 2026 - 06:01 WIB

Septiani: Tulang Punggung yang Berpulang di PT PEI HAI

25 Juli 2026 - 14:27 WIB

Trending di SOSBUD