Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 17 Mei 2026 18:07 WIB ·

Modal Swadaya Warga Hidupkan Lagi Kirab Getaspejaten


					Modal Swadaya Warga Hidupkan Lagi Kirab Getaspejaten Perbesar

Kudus, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Semangat gotong royong warga Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk melestarikan tradisi. Melalui pendanaan swadaya mandiri, ribuan warga turun ke jalan menyukseskan Kirab Budaya Sedekah Bumi Apitan 2026 pada Minggu (17/5/2026). Momentum tahunan ini sukses menggeliatkan kembali roda ekonomi kreatif desa.

Meski situasi perekonomian masyarakat saat ini dinilai belum sepenuhnya stabil, antusiasme warga justru meningkat. Pemerintah desa hanya memberikan dukungan stimulan berupa konsumsi lapangan, sementara seluruh kebutuhan iring-iringan dipenuhi secara mandiri oleh masyarakat.

Etalase Berjalan untuk UMKM Desa
Kirab budaya bertajuk “Rukun ing Agama Lestari ing Lingkungan lan Budaya Desa” ini diikuti oleh 27 kontingen yang melibatkan kurang lebih 2.500 peserta dari unsur sekolah hingga perwakilan 40 RT. Menariknya, barisan kirab tidak hanya memamerkan hasil bumi seperti gunungan sayur dan buah, tetapi juga menjadi ajang promosi efektif bagi produk UMKM lokal, mulai dari jajanan pasar hingga kerajinan tangan berupa tas dan aksesori.

Bupati Kudus, Hartopo, yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas warga. Menurutnya, terobosan menggabungkan tradisi dengan promosi produk lokal sangat inovatif untuk mendongkrak ekonomi pasca-pandemi. “Warga Getaspejaten kreatif semua, kirab sekalian promosi UMKM. Saya yakin, perekonomian semakin menggeliat,” ujarnya optimis.

Pesan Kerukunan dan Kelestarian Lingkungan
Kepala Desa Getaspejaten, Kusnadi, menjelaskan bahwa kirab ini merupakan puncak rangkaian tradisi Apitan setelah sebelumnya dilakukan doa bersama di punden desa dan kenduri di balai desa. Tema yang diusung membawa misi mendalam: menjaga toleransi antarumat beragama, merawat kebudayaan leluhur, serta mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hidup.

Panitia seksi acara, Saifuddin Najib, menambahkan bahwa partisipasi masyarakat terus memecahkan rekor sejak pertama kali digelar pada 2017. Kemeriahan yang sempat vakum selama dua tahun ini kini dibayar tuntas oleh semangat warga seperti Yayuk, perajin jajan pasar yang rela berjalan kaki sejauh 10 kilometer demi mengenalkan produknya. Melalui kekompakan ini, Sedekah Bumi Getaspejaten berhasil bertransformasi dari sekadar tontonan menjadi tuntunan pembangunan desa yang mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sengketa Lahan Lempuing Jaya dan Sengkarut Arsip Desa

31 Juli 2026 - 20:33 WIB

Nestapa Subari: Sisi Lain Keadilan Restoratif Desa Trangkil

31 Juli 2026 - 07:37 WIB

Minta Maaf Tak Cukup, Sanksi Adat Menanti di Kuranji

30 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menanti Negara Mengakui Batas Administrasi Wilayah Adat Desa Darmo

29 Juli 2026 - 16:27 WIB

Kampus Sumbar Didorong Teliti dan Lestarikan Budaya Minangkabau

27 Juli 2026 - 06:01 WIB

Septiani: Tulang Punggung yang Berpulang di PT PEI HAI

25 Juli 2026 - 14:27 WIB

Trending di SOSBUD