Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 8 Sep 2026 08:53 WIB ·

Pompa Air LPPM UNEJ Akhiri Krisis Perempuan Tado NTT


					Tim PLHK LPPM bersama Perempuan Desa Tado Perbesar

Tim PLHK LPPM bersama Perempuan Desa Tado

Ngada, NTT [DESA MERDEKA] Berhari-hari pascabencana melanda, urusan domestik dan menjaga kebersihan sanitasi menjadi perjuangan berat bagi kaum perempuan di Desa Tado, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Secara geografis, Kecamatan Riung terletak di pesisir utara Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah wilayah semi-arid dengan karakteristik iklim kering yang ekstrem di mana musim kemarau bisa berlangsung hingga 7 bulan berturut-turut.

Ketika gempa bumi mengguncang kawasan ini pada pertengahan Agustus 2026, pipa-pipa air hancur dan sumber air tanah yang tersisa menjadi sangat sulit diakses. Bagi masyarakat Desa Tado, air bukan sekadar kebutuhan harian, melainkan komoditas langka yang menentukan bertahan hidup. Di tengah keterbatasan yang akut tersebut, kebutuhan spesifik seperti kebersihan menstruasi, privasi, dan martabat perempuan paling pertama terancam akibat sulitnya mengakses air bersih.

Kondisi nyata di tingkat tapak inilah yang kemudian direspons langsung oleh Tim Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) LPPM Universitas Jember (UNEJ). Alih-alih membawa bantuan seremonial dari atas, tim menerjunkan bantuan kemanusiaan yang berbasis pada jeritan kebutuhan warga di lapangan pada Senin (7/9/2026).

“Kami tidak ingin bantuan berhenti pada pemberian barang, tetapi harus menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat,” ujar Ketua Tim PLHK LPPM UNEJ, Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes.

Ia menekankan bahwa perspektif inklusi yang ramah terhadap perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas mutlak diperlukan dalam proses pemulihan di wilayah kering pascabencana.

Bantuan konkret berupa mesin pompa air kini langsung dimanfaatkan warga untuk menarik dan mengalirkan sumber air tanah yang dalam, memulihkan akses air bersih secara mandiri. Air tersebut mengalir langsung untuk kebutuhan minum, memasak, mencuci, hingga sanitasi. Kehadiran pompa ini otomatis memotong rantai beban kerja domestik perempuan Desa Tado yang selama ini harus berjalan jauh memikul jeriken di bawah terik matahari pesisir Riung demi memenuhi kebutuhan air keluarga.

Selain infrastruktur air, para perempuan di desa ini juga menerima paket bantuan khusus berupa mukena dan baju ganti untuk mendukung aktivitas ibadah dan kebersihan harian mereka.

Tim PLHK LPPM Unej bersama perempuan Tado berbagi mukena dan baju ganti

Merespons gerakan berbasis komunitas ini, Kepala LPPM UNEJ, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., menegaskan dukungan penuh institusi. Menurutnya, perguruan tinggi wajib menjalankan tridarma pengabdian dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar yang fundamental dan sensitif gender di wilayah terdampak bencana.

Kini, air yang kembali mengalir di Desa Tado bukan sekadar pemenuh dahaga di tanah gersang, melainkan simbol harapan baru bagi seluruh warga, khususnya kaum perempuan, untuk bangkit bersama tanpa ada satu orang pun yang tertinggal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Gotong Royong Warga Malaka Kirim Bantuan Gempa Flores

17 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di SOSBUD