Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 22 Agu 2026 20:36 WIB ·

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang


					Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang Perbesar

Batang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Suara tabuhan drum bertalu-talu memecah keheningan akhir pekan di kawasan pesisir utara Jawa, tepatnya di Desa Karangtengah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Sabtu sore, 22 Agustus, jalanan aspal yang biasanya dipadati kendaraan berubah menjadi panggung raksasa. Ribuan pasang mata menjadi saksi bagaimana sebuah dongeng kuno dihidupkan kembali di atas tanah Batang.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di desa ini terasa sangat istimewa. Jika biasanya karnaval Agustus-an hanya berisi barisan warga berpakaian unik, kali ini Karangtengah menyuguhkan tontonan berkelas lewat drama kolosal legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Batang
Di tengah riuhnya pawai, sosok berbusana megah bak putri kerajaan berjalan dengan anggun. Di belakangnya, puluhan warga berakting menjadi pasukan jin yang sedang membangun replika candi. Kisah Candi Prambanan yang dibangun dalam semalam itu berhasil divisualisasikan dengan apik oleh warga lokal.

“Tahun kemarin cuma sekadar karnaval jalan kaki, tapi tahun ini kami buat bertema,” ujar Kepala Desa Karangtengah, Slamet Mugiono, dengan raut wajah bangga.

Setiap rukun tetangga (RT) memang ditantang untuk membawa konsep yang matang. Hasilnya luar biasa. Tidak hanya budaya lokal, pesan-pesan kemajuan dan pembangunan desa pun disisipkan dalam setiap barisan kontingen.

Peta Geografis dan Gotong Royong 2.500 Warga
Secara geografis, Kecamatan Subah merupakan wilayah yang strategis di Kabupaten Batang. Berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Batang, wilayah ini membentang hingga menyentuh bibir Laut Jawa di sisi utara. Subah juga dibelah oleh jalur urat nadi ekonomi nasional, yaitu Jalur Pantura.

Kondisi alam yang dinamis ini membentuk karakter masyarakat Karangtengah yang kompak dan penuh semangat gotong royong. Hal ini terbukti dari keterlibatan massa yang masif. Sebanyak 2.500 warga dari empat pedukuhan dan 21 RT tumpah ruah ke jalan.

Uniknya, ada satu wilayah yang memiliki cerita tersendiri akibat faktor geografis desa. Warga Dukuh Kedawung memilih absen dari karnaval desa ini. Bukannya tidak nasionalis, namun karena lokasi rumah mereka yang berada di perbatasan, aksesnya jauh lebih dekat ke desa tetangga. Alhasil, warga Kedawung memilih bergabung dalam kemeriahan karnaval di Desa Kalisalak.

Ruang Kreativitas Tanpa Batas
Karnaval Kemerdekaan Desa Karangtengah tahun ini telah membuktikan satu hal. Perayaan kemerdekaan bukan lagi sekadar rutinitas tahunan yang melelahkan fisik.

Bagi warga Subah, ini adalah panggung budaya jalanan. Tempat di mana ribuan warga bisa meluapkan kreativitas, menjaga dongeng nusantara tetap hidup, sekaligus merayakan kemerdekaan dengan cara yang paling meriah di sepanjang pesisir Batang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gotong Royong Warga Malaka Kirim Bantuan Gempa Flores

17 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Tim Evaluator UNESCO Tiba di Sumbar, Geopark Ranah Minang Silokek Jalani Validasi

17 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Simfoni Api Pasimarannu: Sakralnya Malam Taptu di Tapal Batas Selayar

16 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Merajut Rindu di Nanggalo: Jalan Sehat Warga Perumdam Wirasakti

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Keseruan Lomba Malamang HUT RI ke-81 di Kecamatan Nanggalo

16 Agustus 2026 - 00:10 WIB

Menolak Punah di Samping Pabrik, Intip Arsitektur Rumah Sunda di Bekasi

15 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Trending di SOSBUD