Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Pondok Pesantren Miftahul Hikmah (PPMH) di Desa Tambaksari, Sumbermanjing Wetan, membuktikan bahwa pesantren bukan sekadar tempat mengaji, melainkan episentrum perubahan bagi desa. Melalui agenda temu alumni rutin setiap tiga bulan, para santri yang telah sukses di berbagai bidang kembali ke akar untuk merumuskan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan institusi pendidikan mereka.
Gus Kholil Nawawi, Koordinator Alumni PPMH, menegaskan bahwa pertemuan ini jauh melampaui seremoni reuni biasa. Ini adalah forum strategis untuk berpikir bersama mengenai cara memberikan manfaat luas bagi masyarakat desa. Alumni diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengaplikasikan nilai-nilai pesantren dalam kehidupan sosial yang lebih kompleks.

Pesantren Sebagai Pusat Peradaban Desa
Pengasuh PPMH, KH Nawawi Istna, memiliki visi besar agar pesantren menjadi pusat kegiatan masyarakat yang inklusif. Selain melahirkan lulusan berkarakter sejak era 80-an, PPMH aktif menggerakkan roda spiritualitas dan silaturahmi di Desa Tambaksari melalui tradisi pembacaan sholawat Nariyyah keliling desa setiap bulan.
“Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tapi juga menjadi pusat kegiatan masyarakat yang bermanfaat,” tutur KH Nawawi Istna. Majelis taklim untuk laki-laki dan perempuan pun digelar secara rutin, memastikan akses pengetahuan agama terbuka lebar bagi seluruh lapisan warga desa.

Inspirasi Dari Pinggiran Malang
Gerakan yang dilakukan alumni dan pengasuh PPMH ini memberikan pesan moral yang kuat tentang pentingnya jiwa sosial dalam pendidikan. Pendidikan pesantren terbukti mampu membentuk karakter kuat yang tidak melupakan asal-usulnya. Dengan jaringan alumni yang tersebar dan kegiatan pemberdayaan yang menyentuh akar rumput, PPMH menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan umat di tingkat desa dan bangsa.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.