Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 13 Jun 2026 06:48 WIB ·

Batik Sumberparang Jadi Motif Kebanggaan Jawa Timur


					Batik Sumberparang Jadi Motif Kebanggaan Jawa Timur Perbesar

Sumberporong, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Di kaki Gunung Arjuna, Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, sebuah transformasi kreatif sedang berlangsung. Suara tetesan malam di atas kain mori kini tidak lagi sekadar mengisi waktu setelah warga pulang dari sawah.

Melalui kolaborasi strategis dengan PT Baruna, BUMD Provinsi Jawa Timur, para pengrajin mengembangkan usaha batik secara lebih profesional. Mereka mengubah teras rumah menjadi sentra produksi yang siap menembus pasar yang lebih luas.

Batik Sumberparang karya pengrajin Desa Sumberporong

Perpaduan Tradisi dan Identitas Lokal

Karya unggulan desa ini bernama Batik Sumberparang. Jika motif parang klasik melambangkan perjuangan, maka Sumberparang memadukan semangat kerja keras masyarakat Malang dengan kekayaan alam desa.

Karena itu, setiap motif tidak hanya memiliki nilai estetika. Lebih dari itu, setiap goresan juga menyimpan cerita tentang identitas, budaya, dan harapan masyarakat setempat.

“Setiap goresan ini rasanya seperti sedang melukis masa depan anak-anak kami,” ungkap Bu Indri (52), salah satu pengrajin yang terus menjaga warisan budaya tersebut.

Selain melestarikan tradisi, para pengrajin juga terus berinovasi. Dengan demikian, batik desa tetap diminati dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Regenerasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Menariknya, Batik Sumberparang menjadi bukti keberhasilan regenerasi di tingkat desa. Generasi senior tetap memegang peran utama dalam proses membatik.

Sementara itu, para pemuda mengambil bagian dalam pengembangan desain modern serta pemasaran digital. Dengan pembagian peran tersebut, identitas batik tetap terjaga. Di sisi lain, produk yang dihasilkan mampu mengikuti perkembangan zaman dan selera pasar.

Berkat sinergi antargenerasi tersebut, Batik Sumberparang kini memasuki babak baru. Bahkan, produk unggulan desa ini tengah dipersiapkan untuk dikukuhkan sebagai motif kebanggaan Provinsi Jawa Timur pada Agustus mendatang.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa

Perjalanan dari lingkup RT dan RW menuju panggung provinsi membawa dampak ekonomi yang nyata. Kini, Batik Sumberparang tidak hanya menjadi produk sandang, tetapi juga simbol kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Selain itu, dukungan perizinan, pembinaan usaha, dan akses permodalan membuka peluang yang lebih besar bagi para pengrajin. Berkat dukungan tersebut, mereka mampu menghasilkan karya bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar regional maupun nasional.

Lebih jauh lagi, Batik Sumberparang diproyeksikan menjadi salah satu motif khas yang merepresentasikan identitas Jawa Timur.

Proses membatik Batik Sumberparang di Desa Sumberporong

Optimisme dari Lereng Gunung Arjuna

Pada akhirnya, kisah Batik Sumberparang membuktikan bahwa potensi desa dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi sekaligus budaya. Kuncinya terletak pada kolaborasi, inovasi, dan semangat menjaga warisan leluhur.

Oleh karena itu, dari lereng Gunung Arjuna, mata air kreativitas Desa Sumberporong terus mengalir. Kreativitas tersebut tidak hanya membawa optimisme baru bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi desa sebagai pusat ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cahaya Lilin Rumah Sederhana yang Menghidupkan Batik Singosari

17 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kebangkitan Batik Singosari

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Trending di SOSBUD