Pekalongan, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Suasana Rumah Baca Pintar Kranji, Kedungwuni, mendadak riuh pada Kamis pagi (10/07/2025). Bukan sekadar bermain, puluhan anak dari jenjang TK hingga SMP di Kabupaten Pekalongan ini tengah berburu ilmu dalam agenda “Belajar Menulis Cerita Seru.” Menariknya, mereka dimentori langsung oleh Rima Karima, novelis peraih juara nasional yang sengaja hadir ke desa untuk menularkan virus menulis.
Sebanyak 42 peserta tampak antusias membedah cara membangun karakter dan menyusun alur cerita fiksi. Kehadiran sosok inspiratif seperti Rima terbukti ampuh memecah kekakuan anak-anak desa dalam berekspresi. Program rutin ini menjadi strategi jitu Rumah Baca Pintar dalam memperluas akses literasi kreatif di wilayah perdesaan Pekalongan.

Membuka Pintu Imajinasi dari Sudut Desa
Rima Karima menggunakan pendekatan interaktif untuk memandu peserta menciptakan konflik cerita yang menggugah. Menurutnya, menulis bukan hanya soal merangkai kata, melainkan keberanian untuk bercerita. “Saya terkesan dengan semangat mereka. Ada potensi besar dalam dunia literasi kreatif di Pekalongan,” ujar Rima usai sesi berdurasi dua jam tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga ruang praktik langsung. Banyak peserta yang seketika mencoba menulis cerita pendek mereka sendiri, membuktikan bahwa imajinasi anak desa tidak kalah bersaing jika diberi ruang dan pendampingan yang tepat.
Ruang Aman untuk Generasi Muda Berekspresi
Kepala Rumah Baca Pintar, Nur Fina Solawati, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak desa dalam berekspresi. Kehadiran tokoh nasional di tingkat lokal dianggap sangat berharga untuk menyalakan api semangat literasi yang seringkali padam karena minimnya fasilitas.
“Kami ingin program ini menjadi pijakan awal bagi calon penulis masa depan dari desa kami,” tutur Nur Fina penuh harap. Acara yang ditutup dengan penyerahan sertifikat ini menandai bahwa literasi bukan lagi barang mewah yang hanya ada di kota, melainkan hak yang sedang diperjuangkan di setiap sudut desa.
Kontributor: Yoga Rifai Hamzah
Editor : Sahrul M


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.