Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 7 Jan 2026 15:33 WIB ·

Pasaman Barat Usia 22: Dari Kebun Sawit ke Hilirisasi


					Pasaman Barat Usia 22: Dari Kebun Sawit ke Hilirisasi Perbesar

Pasaman Barat, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Kabupaten Pasaman Barat kini bukan lagi sekadar wilayah administratif di ujung Sumatera Barat, melainkan titik krusial penopang ekonomi provinsi. Pada peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Pasbar, Rabu (7/1/2026), Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyoroti transformasi daerah ini dari basis produksi menjadi sentra hilirisasi.

Pesan kuat Gubernur Mahyeldi sangat jelas: Pasaman Barat tidak boleh lagi hanya bangga pada angka produksi kelapa sawit dan hasil tani yang melimpah. Di usia “dewasa” ini, orientasi pembangunan harus bergeser pada peningkatan nilai tambah (hilirisasi) serta perlindungan nyata bagi petani dan pelaku usaha kecil.

“Pasbar punya peran strategis menopang ekonomi Sumbar. Ke depan, pengelolaan sektor pertanian dan perkebunan tidak hanya soal produksi, tapi harus menyasar hilirisasi agar ada nilai tambah bagi masyarakat,” tegas Mahyeldi di hadapan Bupati Pasaman Barat, Yulianto, dan para tamu undangan.

Teluk Tapang: Kunci Konektivitas Pesisir
Satu aset yang menjadi sorotan utama dalam refleksi 22 tahun ini adalah Pelabuhan Teluk Tapang. Gubernur menyebutnya sebagai “aset tidur” yang harus segera dioptimalkan secara serius melalui sinergi lintas sektoral. Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi urat nadi distribusi hasil perkebunan dan pertanian yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.

Optimalisasi infrastruktur ini dianggap sebagai langkah konkret untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Namun, Mahyeldi juga memberikan catatan penting mengenai kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi seperti abrasi dan banjir. Menurutnya, kemajuan ekonomi harus sejalan dengan mitigasi bencana yang kuat agar pembangunan tidak sia-sia akibat faktor lingkungan.

Refleksi 22 Tahun: Penghormatan untuk Perintis
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum 7 Januari sebagai ajang refleksi sejak kabupaten ini resmi berdiri pada tahun 2004. Ia menekankan bahwa capaian pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan saat ini adalah hasil dari perjuangan para tokoh pendiri dan pemekar daerah.

Acara yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh Bupati Mandailing Natal (Sumut), Saipullah Nasution, yang menunjukkan kuatnya relasi antardaerah di perbatasan. Dengan semangat kebersamaan dan jati diri yang majemuk, Pasaman Barat optimis melangkah menuju visi Indonesia Emas dengan fondasi ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Mahyeldi: UMKM Sumbar Harus Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Terima Komisi VIII DPR, Mahyeldi: Rehab-Rekon Pascabencana Harus Dipercepat

31 Agustus 2026 - 10:16 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dapur Umum Lumpuh, Rendang Minang Jadi Penyelamat NTT

25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Kisah Sukses Dr. Endrizal Hidupkan Ekonomi Pelosok Sumbar

24 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Lima Kelompok Tani Kuranji Terima Bantuan Becak Motor

22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA