Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 19 Sep 2025 15:16 WIB ·

Menyorot Peran Penting PKBM Kasih Umi di Kabupaten Semarang


					Menyorot Peran Penting PKBM Kasih Umi di Kabupaten Semarang Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Di tengah pesatnya perkembangan pendidikan formal, keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi sangat vital dalam menjembatani akses pendidikan bagi mereka yang terpinggirkan. Salah satu contoh nyata terlihat pada PKBM Kasih Umi di Dusun Gading, Tuntang, Kabupaten Semarang, yang didirikan dengan semangat untuk memberikan kesempatan kedua bagi para santri pondok pesantren dan warga putus sekolah.

Pengelola PKBM Kasih Umi, Ibu Rifatur Rahimah, S.Pd.I., menceritakan bahwa motivasi awal pendirian lembaga ini pada tahun 2016 adalah untuk memfasilitasi anak-anak yang belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan formal. Kelompok belajar ini sesungguhnya sudah dimulai sejak tahun 2011, bermula dari keprihatinan atas banyaknya santri di pesantren terdekat yang tidak memiliki akses ke sekolah.

“Kita tergerak dari situ, agar mereka bisa mendapatkan ijazah dan belajar seperti teman-teman yang ada di sekolah formal,” ujar Ibu Rifatur.

Awalnya, PKBM ini hanya menampung sekitar 10 siswa, namun kini telah berkembang pesat. Saat ini, jumlah siswa mencapai 322 orang yang terbagi dalam kelas Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Kurikulum yang diajarkan mencakup mata pelajaran wajib seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN, IPA, dan IPS. Selain itu, mereka juga mendapat materi tambahan seperti pramuka, kewirausahaan, dan keterampilan.

Untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, PKBM Kasih Umi memiliki 24 pengajar atau tutor yang mengampu berbagai mata pelajaran. Uniknya, tim pengajar ini terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari guru RA, PAUD, MI, hingga lulusan sarjana ekonomi yang mengajar mata pelajaran relevan seperti ekonomi, geografi, dan sejarah.

“Kami juga tidak membatasi usia. Banyak sekali siswa kami yang sudah bekerja namun tetap ingin punya ijazah, dan kami memberikan kesempatan itu,” tambah Ibu Rifatur.

Model pembelajaran yang diterapkan pun fleksibel, disesuaikan dengan kebutuhan siswa, baik secara offline maupun online. Metode daring atau online, seperti melalui aplikasi Zoom, memungkinkan siswa yang memiliki kesibukan untuk tetap dapat mengikuti pelajaran.

Meskipun PKBM ini beroperasi secara mandiri, mereka tidak memungut biaya bulanan dari siswa. Biaya administrasi hanya dikenakan saat pengambilan ijazah, dan itu pun tidak bersifat wajib. “Kalau ada yang tidak mampu, kami tetap berikan ijazah. Yang penting mereka dapat Ijazah,” tegas Ibu Rufatul.

Sebagai penyelenggara PKBM, Ibu Rifatur dan timnya mendapatkan insentif dari pemerintah. Hal ini menunjukkan dukungan nyata dari negara terhadap pendidikan non-formal. Ke depan, Ibu Rifatur berharap PKBM Kasih Umi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak orang, mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk memiliki ijazah.

“Harapan saya, PKBM ini bisa terus menjadi jembatan bagi mereka yang ingin belajar dan memiliki ijazah, terutama yang putus sekolah,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Forkopimcam Mojoagung Kawal Ketat Kualitas Gizi di Dapur Garuda Nusantara Lestari

21 April 2026 - 09:56 WIB

Empat Pendekar Dusun Toyogiri: Kuliah Bukan Lagi Momok

19 April 2026 - 08:01 WIB

Gaya Storytelling: Rahasia Siswa SMK Bawa Edamame ke Jakarta

13 April 2026 - 21:40 WIB

Siswa SMK 1 Bawen: Nyangkul Itu Keren, Edamamenya Tembus Jakarta

13 April 2026 - 21:02 WIB

Regenerasi Petani Milenial: SMK Bawen Siapkan Panen Raya

13 April 2026 - 20:41 WIB

Modal Nol, Sekolah Desa Ini Nekat Panen Tomat Hitam

13 April 2026 - 20:25 WIB

Trending di PENDIDIKAN