Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KOPERASI DESA · 27 Jun 2025 15:30 WIB ·

Mendes Yandri: Desa Tumpuan Utama Pemerataan Ekonomi Nasional


					Mendes Yandri: Desa Tumpuan Utama Pemerataan Ekonomi Nasional Perbesar

Malang [DESA MERDEKA] Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengadakan dialog intensif dengan warga sekaligus menginap di Desa Kucur, Kabupaten Malang, pada Kamis (26/6/2025). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap pembangunan dari akar rumput.

Dalam kesempatan tersebut, Mendes Yandri menyoroti posisi desa sebagai andalan utama Presiden Prabowo Subianto. Hal ini tercermin jelas dalam Asta Cita keenam Presiden Prabowo, yang secara spesifik mengamanatkan pembangunan dimulai dari desa dan dari bawah, demi tercapainya pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“Bapak Presiden Prabowo menempatkan desa sebagai tumpuan penting bagi kemajuan Republik Indonesia saat ini. Asta Cita keenam Bapak Presiden secara lugas menyebutkan ‘membangun dari desa’,” tegas Yandri.

Oleh karena itu, desa memiliki peran sentral dalam menentukan kemajuan bangsa. Masyarakat yang tinggal di pelosok, baik di kaki bukit, pegunungan, pesisir pantai, pedalaman sawah, hingga di gang-gang sempit perkotaan, menjadi fokus utama perhatian Presiden Prabowo melalui program Asta Citanya.

Yandri menambahkan, berbagai program pemerintah saat ini mayoritas berpusat di desa. Contohnya adalah program Makan Bergizi Gratis, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), serta pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Ia menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dan BUM Desa tidak akan saling bersaing atau mematikan, justru akan bersinergi dan berbagi peran sesuai fokus usahanya masing-masing. “BUM Desa akan mengelola potensi desa yang bersifat usaha privat, seperti desa wisata, desa ekspor, atau perkebunan. Sementara itu, Kopdes akan berfokus pada penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, seperti gas elpiji 3 kg, sembako, pupuk, dan lain sebagainya,” jelas Yandri.

Dialog yang berlangsung di pendopo Desa Kucur ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Malang, Eko Margianto; seluruh kepala desa se-Kecamatan Dau; serta masyarakat setempat.

Mendes Yandri didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Dirjen Pembangunan Desa dan Pedesaan Kemendes PDT Nugroho Setijo Nagoro, Staf Khusus Menteri Muhammad Afifuddin Zamroni dan Fahad Attamimi, serta Tenaga Ahli Mendes PDT Zainuddin Maliki. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap inisiatif pembangunan di tingkat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Gerai KDMP Loofoun Telantar, Anggaran Macet Total

7 Juli 2026 - 19:29 WIB

KDKMP Sumbar Jadi Motor Ekonomi Desa Menuju Indonesia Emas

7 Juni 2026 - 15:58 WIB

Koperasi Merah Putih Sumbar: Pilar Ekonomi Desa Mandiri

7 Juni 2026 - 11:02 WIB

Motor Roda Tiga Dongkrak Koperasi Desa Merah Putih Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:03 WIB

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Seni Mengolah Keterbatasan Menjadi Modal Utama Koperasi Lodoyong

20 Mei 2026 - 12:19 WIB

Trending di KOPERASI DESA