Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KOPDES MP · 13 Feb 2026 09:51 WIB ·

Koperasi Desa Jadi ‘Pangkalan’ Elpiji: Syarat KTP Kini Wajib!


					Koperasi Desa Jadi ‘Pangkalan’ Elpiji: Syarat KTP Kini Wajib! Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Distribusi energi di level akar rumput kini memasuki babak baru. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) resmi mengaktivasi ratusan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai garda terdepan penyaluran LPG dan minyak tanah langsung ke masyarakat desa. Hingga 1 Februari 2026, tercatat sebanyak 442 KDMP telah aktif beroperasi dari ribuan pendaftar yang masuk dalam sistem.

Langkah ini diambil untuk memutus rantai distribusi yang panjang dan sering kali memicu lonjakan harga di atas ketentuan pemerintah. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa dari total tersebut, 429 koperasi berfungsi sebagai outlet LPG, sementara 13 lainnya melayani minyak tanah untuk wilayah yang belum terkonversi.

Digitalisasi Lewat KTP: Akhir Era Salah Sasaran?

Sudut pandang menarik dari kebijakan ini adalah kewajiban penggunaan KTP dalam setiap transaksi di level desa. Seluruh penjualan wajib dicatat melalui sistem Merchant Apps Pertamina (MAP). Strategi ini bukan sekadar birokrasi, melainkan upaya digitalisasi untuk memastikan subsidi energi benar-benar jatuh ke tangan masyarakat kurang mampu, bukan kalangan menengah ke atas.

“Transaksi di KDMP tetap melakukan pencatatan KTP menggunakan sistem MAP yang ada di Pertamina. Hal ini harus sesuai ketentuan,” tegas Mars Ega dalam Rapat Komisi VI DPR RI, Rabu (11/2).

Upaya Penyeragaman Harga Nasional

Saat ini, pemerintah tengah menggodok aturan baru untuk menyeragamkan harga LPG subsidi di seluruh Indonesia. Selama ini, harga di pelosok desa sering kali melambung jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) karena ulah spekulan. Dengan melibatkan 5.689 KDMP yang kini sedang dalam proses verifikasi bersama Kementerian Koperasi, negara mencoba “merebut” kendali harga pasar kembali ke tangan komunitas desa.

Data Aktivitas Koperasi Desa Merah Putih (Per Februari 2026):

Keterangan Jumlah
Total KDMP Mendaftar 5.689
KDMP Berhasil Teregistrasi 2.592
KDMP Aktif Menjual LPG 429
KDMP Aktif Menjual Minyak Tanah 13

Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi jawaban atas dua masalah kronis: harga elpiji yang liar di tingkat pengecer dan distribusi subsidi yang sering bocor ke pihak yang tidak berhak. Dengan pengawasan berbasis KTP di tingkat koperasi desa, Pertamina optimistis kedaulatan energi masyarakat kecil dapat lebih terjamin.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Seni Mengolah Keterbatasan Menjadi Modal Utama Koperasi Lodoyong

20 Mei 2026 - 12:19 WIB

Modal Integritas: Senjata Rahasia Koperasi Lodoyong Dobrak Pasar

20 Mei 2026 - 06:31 WIB

Kunci Sukses Koperasi Lodoyong: Pilih Figur Pemimpin yang ‘Ceto’

19 Mei 2026 - 19:22 WIB

Siasat Titip Jual Koperasi Lodoyong: Bisnis Minim Modal Hasil Maksimal

19 Mei 2026 - 09:26 WIB

Strategi Hadapi Perang Dagang Akar Rumput Versi Koperasi Lodoyong

18 Mei 2026 - 13:48 WIB

Trending di KOPDES MP