Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KOPDES MP · 20 Mar 2025 17:43 WIB ·

Aturan Main Kopdes Merah Putih Resmi Dijabarkan Melalui Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2025


					Aturan Main Kopdes Merah Putih Resmi Dijabarkan Melalui Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2025 Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Langkah ini menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menjelaskan bahwa SE ini bertujuan memberikan panduan bagi pembentukan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. “Surat edaran ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan desa dalam membentuk koperasi yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/3/2025).

SE yang ditujukan kepada para menteri, pimpinan lembaga pemerintah, gubernur, bupati/wali kota, kepala dinas koperasi, dan kepala desa ini mengatur tahapan pembentukan Kopdes Merah Putih pada Maret-Juni 2025. Tahapan tersebut meliputi:

  • Sosialisasi dan Persiapan (Maret 2025): Sosialisasi intensif program ke seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga desa.
  • Musyawarah Desa: Setiap desa yang ditargetkan membentuk koperasi harus menggelar musyawarah desa khusus untuk menyepakati pembentukan koperasi, anggaran dasar awal, dan pemilihan pengurus/pengawas.
  • Pengesahan Badan Hukum: Notaris membuat akta pendirian koperasi, lalu diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk pengesahan badan hukum.
  • Integrasi dan Revitalisasi: Bagi desa dengan koperasi aktif dan sehat, dilakukan integrasi. Bagi koperasi kurang aktif atau lemah, dilakukan revitalisasi.

“Desa dengan penduduk kurang dari 500 orang dapat mendirikan koperasi gabungan,” tambah Budi Arie.

Koperasi, sebagai badan usaha berbasis kekeluargaan dan gotong royong, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan menjadi penggerak ekonomi desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 1,546 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Seni Mengolah Keterbatasan Menjadi Modal Utama Koperasi Lodoyong

20 Mei 2026 - 12:19 WIB

Modal Integritas: Senjata Rahasia Koperasi Lodoyong Dobrak Pasar

20 Mei 2026 - 06:31 WIB

Kunci Sukses Koperasi Lodoyong: Pilih Figur Pemimpin yang ‘Ceto’

19 Mei 2026 - 19:22 WIB

Siasat Titip Jual Koperasi Lodoyong: Bisnis Minim Modal Hasil Maksimal

19 Mei 2026 - 09:26 WIB

Strategi Hadapi Perang Dagang Akar Rumput Versi Koperasi Lodoyong

18 Mei 2026 - 13:48 WIB

Trending di KOPDES MP