Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Wilayah perbatasan RI–RDTL kini tidak lagi sekadar menjadi garis batas fisik, melainkan titik mula kebangkitan ekonomi desa. Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, menegaskan bahwa pembangunan Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) adalah harga mati untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat. Dalam rapat evaluasi di Gedung Betelalenok, Selasa (10/3/2026), pemerintah daerah memberikan instruksi keras: segera siapkan lahan minimal 20 x 30 meter di setiap desa dan kelurahan.
Instruksi ini bertujuan memangkas hambatan administratif yang sering menunda proyek strategis. Bagi desa yang belum memiliki lokasi, Wabup Vicente memerintahkan pencarian lahan segera dilakukan agar pembangunan fisik gerai tidak tertahan hanya karena urusan tanah.
Pendampingan Dua Tahun: Memutus Rantai Kegagalan Koperasi
Salah satu pembeda utama program ini adalah keterlibatan PT Agrinas Pangan Nusantara. Bukan sekadar membangun gedung, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes selaku Direktur wilayah Bali, NTB, dan NTT memastikan adanya pendampingan intensif selama dua tahun pertama. Langkah ini diambil untuk menjawab pesimisme publik terhadap keberlangsungan koperasi lokal yang sering kali mati suri setelah seremoni peresmian.
Setelah masa inkubasi dua tahun berakhir, kendali penuh akan diserahkan kepada pengurus lokal yang telah terlatih. Pola ini dirancang untuk menciptakan kemandirian manajerial sehingga gerai koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kepentingan Rakyat
Keberhasilan Gerai Merah Putih sangat bergantung pada koordinasi vertikal antara pemerintah desa, kecamatan, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wabup Vicente meminta seluruh pihak memahami tahapan teknis pelaksanaan agar tidak ada tumpang tindih peran di lapangan.
Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memperkuat wajah Indonesia di mata Timor Leste melalui kesejahteraan warganya. Dengan koordinasi yang solid dan pemantauan ketat, Gerai Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi sarana nyata pertumbuhan ekonomi yang tidak meninggalkan satu desa pun di belakang.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.