Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 10 Mar 2026 17:24 WIB ·

Masjid Darul Huda Padang: Iktikaf Tertib Pakai Kartu Khusus


					Masjid Darul Huda Padang: Iktikaf Tertib Pakai Kartu Khusus Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Stereotip masjid yang kaku dan “anti-anak” resmi dipatahkan oleh Masjid Darul Huda Perumdam Punggai, Steba, Kota Padang. Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah, masjid ini bertransformasi menjadi ruang aman yang menyenangkan bagi anak-anak untuk menjalankan ibadah iktikaf. Rahasianya? Manajemen waktu yang disiplin dan inovasi “Kartu Iktikaf”.

Mulai Senin (09/03/2026), puluhan anak terpantau menjalani ibadah malam dengan sangat tertib. Sekretaris Masjid Darul Huda, Wanda Leksmana, mengungkapkan bahwa penggunaan Kartu Iktikaf menjadi kunci pemantauan aktivitas jemaah cilik. Kartu ini memastikan setiap anak mengikuti rangkaian ibadah mulai dari salat Tarawih, tadarus, hingga subuh berjemaah tanpa ada yang terlewat.

Manajemen Iktikaf: Dari Tadarus hingga Tahajud
Masjid Darul Huda tidak membiarkan anak-anak sekadar “pindah tidur”. Pengurus telah menyusun agenda terukur agar kualitas ibadah tetap terjaga namun tetap ramah bagi fisik anak. Berikut adalah rundown disiplin iktikaf di Masjid Darul Huda:

  • 23.00 – 00.00 WIB: Tadarus Al-Qur’an (Target khatam 1 juz per hari per kelompok. Dengan 6 kelompok, masjid ini mengkhatamkan 6 juz setiap malamnya).
  • 00.00 – 03.00 WIB: Istirahat/Tidur di lantai dua masjid agar ruang utama tetap tenang.
  • 03.00 – 04.00 WIB: Salat Tahajud berjemaah sebanyak 8 rakaat.
  • 04.00 – 04.30 WIB: Makan sahur bersama seluruh jemaah iktikaf.
  • 05.15 – 05.30 WIB: Salat Subuh berjemaah.

Visi Masjid Ramah Anak: Aman dan Tanpa Kekerasan
Ketua Masjid Darul Huda, Muhammad Fathi, menegaskan bahwa masjid harus menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan tempat yang menakutkan. Konsep “Ramah Anak” yang diusung menjamin lingkungan bebas dari kekerasan verbal maupun fisik, sehingga jemaah cilik merasa senang dan nyaman selama beribadah.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk aktif memakmurkan masjid sekaligus menjaga kenyamanan ruang. Jika suasana masjid menyenangkan, jemaah dari segala usia pasti akan rindu untuk kembali beribadah di sini,” ujar Fathi.

Strategi Masjid Darul Huda ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, anak-anak bisa menjadi bagian dari kemakmuran masjid tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah jemaah dewasa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM