Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 26 Mei 2026 21:14 WIB ·

Idul Adha Dongkrak Perekonomian Desa Kabupaten Blitar


					Sapi Sadewa yang memiliki bobot nyaris 2 ton saat di kandang. Foto:ist Perbesar

Sapi Sadewa yang memiliki bobot nyaris 2 ton saat di kandang. Foto:ist

Blitar, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Perputaran uang dari aktivitas kurban di Kabupaten Blitar diprediksi menembus angka fantastis di atas Rp100 miliar pada momen Idul Adha tahun ini. Pemerintah Kabupaten Blitar sengaja mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan momentum keagamaan ini sebagai mesin penggerak ekonomi desa kabupaten blitar, khususnya bagi kesejahteraan para peternak lokal. Tidak hanya fokus pada kelancaran ibadah, intervensi kebijakan dari hulu ke hilir ini berhasil memicu lonjakan permintaan pasar sekaligus mengangkat kelas komoditas desa ke panggung nasional.

Di level akar rumput, denyut nadi perekonomian pedesaan bergerak sangat agresif. Sebagai contoh nyata, para peternak kambing jenis Cross Boer di Blitar melaporkan terjadinya kenaikan permintaan hingga 10 kali lipat menjelang hari raya, sebuah angka yang jauh melampaui omzet pada hari-hari biasa.

Guna menjaga momentum emas ini dari risiko kerugian akibat wabah penyakit, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar menerapkan standar proteksi ketat. Sebanyak 160 petugas kesehatan yang terdiri dari dokter hewan serta paramedis diterjunkan langsung ke setiap desa, kelurahan, hingga pasar hewan besar seperti Srengat dan Wlingi sejak awal Mei.

Pemeriksaan komprehensif ini dibagi menjadi dua fase krusial:

  • Fase Antemortem: Pengawasan ketat pada hewan hidup untuk memastikan seluruh ternak bebas dari ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
  • Fase Postmortem: Pemeriksaan detail pada organ dalam pasca-penyembelihan demi menjamin kualitas daging yang didistribusikan kepada masyarakat memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Langkah taktis pembersihan jalur pasar dari penyakit ini terbukti efektif mengerek posisi tawar peternakan lokal. Keberhasilan pemeliharaan ternak di wilayah pedesaan Blitar akhirnya mendapat pengakuan tertinggi di kancah nasional tahun ini. Sapi seberat sekian kuintal bernama “Sadewa” milik Aziz Yasir Naufal, seorang peternak asal Kecamatan Talun, resmi terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto. Sapi unggulan yang dibeli dengan nilai Rp100 juta tersebut menjadi bukti sahih bahwa manajemen peternakan berbasis desa di Blitar mampu bersaing di level tertinggi. Melalui integrasi pengawasan kesehatan dan optimalisasi potensi lokal, Idul Adha tahun ini sukses bertransformasi menjadi katalisator nyata bagi penguatan ekonomi desa kabupaten blitar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bakri Bakar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Ajak Masyarakat Lunang Tingkatkan Kesiapsiagaan

12 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Masyarakat Diajak Tingkatkan Kesiapsiagaan

12 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Dukung Sport Tourism, BOM Run 2026 Dongkrak Sektor UMKM Padang

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Trending di RAGAM