Way Ratai, Pesawaran, Lampung [DESA MERDEKA] – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Kecamatan Way Ratai, Selasa (17/3/2026), membuktikan bahwa negara hadir bukan sekadar melalui angka, melainkan melalui sentuhan kemanusiaan. Di Desa Poncorejo dan Gunung Rejo, bantuan tunai sebesar Rp900.000 untuk periode Januari-Maret ini bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan dapur, melainkan menjadi stimulus moral bagi keluarga rentan untuk tetap bangkit di tengah himpitan ekonomi.
Kepala Desa Poncorejo, Wardiyanto, S.IP, menegaskan bahwa bantuan ini adalah “tali asa” atau pengikat harapan bagi warganya yang masuk kategori miskin ekstrem desil 2-4. Sementara itu, di Desa Gunung Rejo, Kepala Desa Andri Irawan, S.IP, memastikan penyaluran dilakukan dengan transparansi penuh untuk menjamin bantuan jatuh ke tangan perempuan kepala keluarga dan lansia yang benar-benar membutuhkan.
Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Soal Martabat
Di Balai Desa Poncorejo, lima Kepala Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima langsung bantuan tersebut dalam suasana khidmat. Bagi warga yang kehilangan mata pencaharian atau menderita penyakit menahun, uang ini adalah nafas baru. Pemerintah desa memposisikan diri bukan sebagai pemberi sedekah, melainkan sebagai pelayan yang menunaikan amanah undang-undang demi pemerataan ekonomi dari bawah.
Transparansi di Balik Senyum Lansia
Kisah serupa terpancar dari Desa Gunung Rejo. Sebanyak sembilan KPM yang telah melalui verifikasi ketat duduk rapi menanti giliran. Andri Irawan menekankan bahwa prinsip kehati-hatian adalah kunci. “Kami tidak ingin ada satu orang pun yang berhak justru terlewat,” tegasnya. Bagi para lansia, dana sebesar Rp300.000 per bulan ini seringkali menjadi satu-satunya sumber untuk membeli obat-obatan esensial yang tidak terjangkau.
Investasi Sosial bagi Way Ratai
Pemerintah desa di kedua wilayah ini menyadari bahwa ketergantungan pada bantuan harus dikurangi. Oleh karena itu, di sela penyerahan, para perangkat desa tetap menyisipkan motivasi agar warga tetap produktif sesuai kapasitas masing-masing. Penyaluran BLT Dana Desa tahap awal tahun 2026 ini diharapkan menjadi modal sosial untuk menciptakan ketahanan pangan di tingkat keluarga, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kesejahteraan bermula dari balai desa.

Penulis Bekerja di Kementerian Desa PDTT RI Sebagai Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Desa di Kabupaten Pesawaran


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.