Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 20 Mei 2026 18:03 WIB ·

Urus SKCK, Dua Cakades Manggarai Siap Pegang Cangkul


					Urus SKCK, Dua Cakades Manggarai Siap Pegang Cangkul Perbesar

Manggarai, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Bagi sebagian orang, birokrasi mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) hanyalah rutinitas kertas di atas meja. Namun bagi Tedorus Weke dan Fransiskus Leven, selembar kertas dari Polres Manggarai pada Kamis, 7 Mei 2026 itu adalah langkah awal untuk bertarung memperebutkan mandat rakyat pada Pilkades 2026 mendatang. Mereka datang membawa satu misi besar: mendobrak stagnasi pembangunan di Kecamatan Wae Ri’i.

Kedua cakades Manggarai ini bukan sekadar mengejar jabatan mentereng. Pesta demokrasi yang akan digelar 8 Oktober 2026 nanti menjadi panggung bagi mereka untuk menjawab jeritan warga desa yang selama ini tersisih.

Tedorus Weke, yang siap bertarung di Desa Wae Mulu, blak-blakan mengaku maju karena prihatin atas mandeknya kemajuan di desanya. Masalah klasik seperti jalanan yang kupak-kapik, krisis air bersih, hingga pengangguran yang tinggi terus-menerus dikeluhkan warga tanpa ada solusi konkret.

“Program saya tidak hanya berhenti sampai di baliho saja. Kalau saya terpilih, saya Kades pertama yang pegang cangkul,” ujar Tedorus mantap.

Ia berjanji membalikkan arah pembangunan dengan mengandalkan data ril dalam 100 hari pertama kerjanya, mulai dari mendata jalan rusak hingga warga miskin. Sektor riil seperti kopi, kain tenun, dan hasil perkebunan akan digenjot lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar Wae Mulu bertransformasi menjadi desa mandiri. Urusan anggaran pun dipastikan tidak lagi menjadi misteri; papan informasi publik akan dipasang agar penggunaan dana desa terpampang nyata dan akuntabel.

Di sisi lain, semangat perubahan yang sama juga berkobar di dada Fransiskus Leven. Bersiap merebut kursi kepemimpinan di Desa Longko, Fransiskus menegaskan bahwa pemerintahan yang bersih hanya bisa lahir jika masyarakat dilibatkan dalam setiap ketukan palu kebijakan.

“Komitmen ini tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat. Saya meminta doa dari ase kae (saudara) di Desa Longko,” tutur Fransiskus yang optimistis setelah seluruh dokumen administrasinya rampung.

Bagi kedua cakades Manggarai ini, kepemimpinan desa ke depan bukan lagi soal duduk di balik meja kerja yang nyaman. Ini adalah soal komitmen turun ke tanah, mencangkul masalah, dan memastikan dana desa benar-benar mengalir sampai ke dapur warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lewat Voli, Warga Fafoe Rawat Kebersamaan Jelang Kemerdekaan

6 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Musyawarah Bendungan Lahor: Kemenangan Persatuan Warga Selorejo

6 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Ratusan Warga Sindangsari Antusias Kawal Pilkades Digital 2026

30 Juli 2026 - 19:16 WIB

Menatap Garis Koordinat: Lompatan Sains Spasial dari Pesisir Pringgabaya

30 Juli 2026 - 18:18 WIB

Diantar Ratusan Warga, Tita Komala Mantap Lanjutkan Pengabdian

30 Juli 2026 - 16:25 WIB

Beban Berat Calon Perangkat Desa Akibat Setoran Jabatan

30 Juli 2026 - 08:53 WIB

Trending di KABAR