Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 26 Feb 2026 17:23 WIB ·

Ketukan Pintu Gubernur Saat Sahur Ubah Nasib Keluarga Ises


					Ketukan Pintu Gubernur Saat Sahur Ubah Nasib Keluarga Ises Perbesar

Payakumbuh, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pukul 03.55 WIB, saat warga Kelurahan Ikua Koto Dibalai bersiap menyantap sahur, sebuah ketukan tak terduga terdengar di pintu rumah kayu milik Trisesti Novia (37). Di balik pintu, berdiri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Kehadiran pemimpin Sumbar pada dini hari yang dingin, Kamis (26/2/2026), membawa “tiket” perubahan bagi hunian lapuk yang selama ini membahayakan nyawa penghuninya.

Rumah berukuran 4×7 meter tersebut dihuni Ises bersama suami dan tiga putri kecilnya. Kondisinya mengkhawatirkan: dinding kayu mulai membusuk dan lantai papan di tingkat atas sudah lubang serta bergoyang. Bagi Ises dan suaminya yang bekerja serabutan sebagai pembersih rumah hingga buruh bangunan, memperbaiki rumah adalah mimpi yang sulit dijangkau.

Ramadan Jadi Momentum Bedah Rumah
Melihat kondisi yang mengancam keselamatan anak-anak tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Baznas menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp25 juta. Dukungan tambahan juga mengalir dari Bank Nagari sebesar Rp2,5 juta, paket sembako, serta donasi dari para kepala sekolah SMA/SMK se-Kota Payakumbuh.

“Lantai atas rumah ini sangat membahayakan. Kami hadir agar perbaikan segera dilakukan sehingga keluarga Ibu Ises bisa tinggal dengan rasa aman dan layak,” ujar Mahyeldi sambil meninjau sudut-sudut bangunan yang keropos.

Harapan Baru di Balik Air Mata
Bagi Ises, bantuan ini merupakan keajaiban di bulan suci. Sambil menahan tangis, ia menceritakan betapa beratnya tinggal di rumah yang bolong-bolong hingga menembus atap. “Rasanya seperti mendapat bantuan sebesar gunung. Ini benar-benar berkah Ramadan bagi kami,” ucap Ises haru.

Plt Camat Payakumbuh Utara, Ronal, mengonfirmasi bahwa keluarga Ises merupakan prioritas karena faktor kemiskinan ekstrem dan risiko bangunan. Aksi sosial ini tidak berhenti di rumah Ises; usai menyerahkan bantuan, Gubernur melanjutkan agenda ke Masjid Ansharullah untuk memberikan bantuan sarana ibadah senilai Rp25 juta dan mushaf Al-Qur’an.

Ketukan pintu di waktu sahur tersebut membuktikan bahwa kehadiran negara bisa dirasakan secara personal, memberikan kepastian bahwa rakyat kecil tidak sedang berjuang sendirian di tengah keterbatasan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM