Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 17 Jun 2025 22:18 WIB ·

Intani dan Pegadaian Panen Padi Rendah Karbon di Karawang


					Intani dan Pegadaian Panen Padi Rendah Karbon di Karawang Perbesar

Karawang, Jawa Barat [DESA MERDEKA]  Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) bersama PT Pegadaian mengembangkan pertanian rendah karbon dan ramah lingkungan melalui program Kampung Swasembada Pangan Lestari – The Gade Integrated Farming.

Salah satunya membangun percontohan budidaya padi di Desa Kalijaya, Kecamatan Talagasari Kabupaten Karawang Jawa Barat, yang dalam pelaksanaannya mengandeng Kelompok Tani Saichwan 2.

Hari ini, Senin (16/6/2024) padi rendah karbon dan ramah lingkungan tersebut dipanen pada usia tanam 88 hari, lebih cepat dari usia tanam panen padi pada umumnya.

Panen di Kampung Karokrok Utara Desa Kalijaya Kecamatan Talagasari Kabupaten Karawang, dilaksanakan Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika bersama Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Ahmad Zainuddin, Tim Divisi ESG Pegadaian M Teguh dan Rudiyanto, Muspika Kecamatan Talagasari, Kepala Desa Kalijaya, dan formulator pupuk organik Intani Baharuddin Rahman.

“Alhamdulillah padi kami bebas hama dan hasilnya melimpah,”ungkap Ketua Kelompok Tani Saichwan 2 Cecep Saepuloh.

Cecep yang merupakan Ketua Intani Kabupaten Karawang menjelaskan musim tanam sebelumnya hasil panen hanya 3 ton dan kini bisa menghasilkan padi 6 ton per hektar. Produksi naik 100 persen.

Pemimpin Wilayah 8 PT Pegadaian Ahmad Zainuddin memaparkan perusahaannya menggandeng Intani untuk berkolaborasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan. Program ini berjalan di Karawang Jawa Barat, Magelang Jawa Tengah, Madiun Jawa Timur, dan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Budidaya pangan dan hortikultura. Akan dikembangkan ke Sulawesi Selatan. “Selain pertanian ramah lingkungan dapat meningkatkan pendapatan petani, kami juga mengajak petani menata keuangannya dengan menabung emas untuk masa depan anak dan keluarganya,”ujar Zainuddin.

Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika mengungkapkan Kampung Swasembada Pangan Lestari sebagai partisipasi masyarakat dan korporasi mendukung program Presiden Prabowo Subianto swasembada pangan nasional.

Program ini melatih para petani membuat pupuk organik dan pupuk hayati secara mandiri dengan bahan baku lokal yang ada di sekitarnya. “Kami bersama Pegadaian Peduli melatih 112 kelompok tani dan 42 orangnha sudah memperoleh sertifikasi kompetensi fasilitator pertanian organik berstandar BNSP,”ungkap Guntur.

Baharuddin Rahman yang memimpin Badan Pengembangan Pertanian Organik Intani memaparkan produksi pertanian terus menurun karena tanahnya rusak akibat penggunakan pupuk dan obat-obatan kimia berlebihan. “Melalui program ini kita pulihkan lahan yang rusak kembali menjadi lahan subur,”tuturnya.

Dengan pertanian organik biaya produksi petani lebih rendah dan hasil produksi meningkat. “Sehingga pendapatan petani lebih besar,”jelasnya.

Baharuddin terus menularka pertanian organik ke masyarakat. Dengan pertanian organik mampu mengikat karbon sehingga mengurangi dampak perubahan iklim.

Disamping itu juga akab menghidupka kembali biota alami mahluk hidup dalam ekosistem pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Guntur mengungkapkan Intani konsens pada pengembangan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan melestarikan alam.

Percontohan padi rendah karbon dan ramah lindungan di Kalijaya seluas 1 hektar. Setelah panen ini akan diperluas menjadi menjadi puluhan hektar di Kecamatan Talagasari dan beberapa kecamatan lainnya di Karawang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN