Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 9 Apr 2026 09:09 WIB ·

Hilirisasi: Kunci Sumbar Genjot Ekonomi Lewat Potensi Desa


					Hilirisasi: Kunci Sumbar Genjot Ekonomi Lewat Potensi Desa Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sumatera Barat (Sumbar) kini mulai menggeser haluan ekonomi dari ketergantungan konsumsi menuju penguatan investasi dan hilirisasi. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menargetkan pertumbuhan ekonomi ambisius sebesar 6,9 persen pada periode 2026–2027. Kuncinya bukan lagi sekadar menjual bahan mentah dari desa, melainkan menciptakan produk turunan yang memiliki nilai jual tinggi.

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada konsumsi. Investasi harus menjadi motor utama,” tegas Mahyeldi. Meski investasi Sumbar melonjak tajam ke angka Rp17,13 triliun pada 2025, tantangan besar masih membayangi: rendahnya penyerapan tenaga kerja karena dominasi investasi padat modal yang belum menyentuh sektor padat karya secara luas.

Diversifikasi Ekonomi di Luar Kebun dan Sawah
Selama ini, denyut ekonomi Sumbar sangat bergantung pada hasil pertanian dan perkebunan di wilayah perdesaan. Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Medrilzam, menyarankan agar Sumbar lebih berani melakukan diversifikasi sumber ekonomi baru. Langkah ini penting agar ketahanan ekonomi daerah tidak rapuh saat sektor pertanian mengalami fluktuasi.

Hilirisasi menjadi harga mati bagi Sumbar. Dengan tidak hanya memproduksi bahan mentah, daerah didorong untuk membangun industri pengolahan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Strategi ini diharapkan mampu menyulap potensi desa menjadi produk jadi yang siap bersaing di pasar nasional maupun global.

Sinergi Potensi Daerah Menuju 2030
Pemprov Sumbar optimistis pertumbuhan investasi akan konsisten merangkak naik hingga menyentuh angka Rp18,8 triliun pada tahun 2030. Mahyeldi meyakini bahwa setiap daerah memiliki keunggulan spesifik yang jika disinergikan secara terintegrasi, akan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat ke level yang lebih tinggi.

Investasi yang didorong ke depan adalah investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat daerah. Dengan menyatukan kekuatan sektor hulu di perdesaan dan industri hilir di perkotaan, Sumatera Barat bersiap menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh dan mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Mulus Limau Manis: Syukuran Warga atau Lonceng Kematian Desa?

1 November 2026 - 00:04 WIB

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas

29 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Trending di KABAR PEMDA