Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 20 Jul 2025 10:23 WIB ·

Grebek Suro: Banteng Suro Pringsewu Lestarikan Kuda Kepang


					Grebek Suro: Banteng Suro Pringsewu Lestarikan Kuda Kepang Perbesar

Pringsewu, Lampung [DESA MERDEKA] Dalam rangka memeriahkan Bulan Asyura 1447 Hijriah, Paguyuban Banteng Suro, sebuah perkumpulan grup kesenian kuda kepang, menggelar acara “Grebek Suro” pada Sabtu, 19 Juli 2025. Bertempat di Lapangan Pekon Tritunggal Mulyo, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, acara ini mengusung tema “Merajut Tali Kerabat, Mengikat dengan Erat, Melangkah Menebar Manfaat.”

Paguyuban Banteng Suro adalah wadah bagi pecinta dan pelestari seni budaya kuda kepang di Kabupaten Pringsewu. Dibentuk pada 1 Suro tahun 2023, kini paguyuban ini genap berusia dua tahun. Perayaan hari ulang tahun kedua ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional.

Acara akbar ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Pringsewu, perwakilan Kodim 0424 Tanggamus, Koramil Sukoharjo, Polsek Sukoharjo, Kesbangpol, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Adiluwih, Kepala Pekon Tritunggal, Organisasi Masyarakat Granat, serta ketua-ketua grup kuda kepang se-Kabupaten Pringsewu dan tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap upaya pelestarian budaya lokal.

Linus Erwin, Ketua Umum Paguyuban Banteng Suro, dalam sambutannya berharap agar paguyuban ini dapat menaungi dan terus menjaga budaya serta tradisi Jawa secara bersama-sama. “Paguyuban ini diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan untuk menjembatani komunikasi dengan berbagai pihak terkait, dalam upaya menjaga dan merawat seni budaya kita,” jelas Linus. Ia juga menyampaikan bahwa Paguyuban Banteng Suro memiliki tiga prinsip utama sebagai pedoman, yaitu “Ngalah, Ngalih, Ngamuk.”

Di akhir sambutannya, Linus menyerukan kepada seluruh anggota Paguyuban Banteng Suro untuk mengedepankan rasa kekeluargaan dan persatuan sebagai insan seni budaya. “Secara tidak langsung, dimanapun kami pentas, kami akan tetap mengedepankan prinsip tersebut. Ini merupakan upaya kami dalam mengangkat seni budaya kuda kepang ke kancah nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Pringsewu,” tegasnya.

Dandim 0424 Tanggamus, melalui Pelda Kodri, menyampaikan selamat ulang tahun dan apresiasi tinggi kepada Paguyuban Banteng Suro. “Semoga paguyuban ini selalu solid dalam menjaga kekeluargaan dan terus menjaga sinergitas dengan Kabupaten Pringsewu,” ujar Pelda Kodri. Ia juga berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan guna melestarikan adat dan seni budaya, serta memperkuat jalinan silaturahmi antarwarga masyarakat, dengan meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Evi Yandri Wakil Ketua DPRD Sumbar Meninjau Langsung Sungai Batang Guo Dan Batang Kuranji Padang Yang Kembali Meluap 

23 Mei 2026 - 21:29 WIB

Indonesia di Persimpangan: Restorasi Kepercayaan Ekonomi Menembus Batas Desa

23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Masyarakat Adat Tolak Skema Hutan Desa Sorong Selatan

22 Mei 2026 - 15:00 WIB

Mini Soccer Kalibukbuk: Hiburan Sehat Pemicu Ekonomi Desa

18 Mei 2026 - 14:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 29: Menguatkan Ekonomi Kreatif

17 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 28: Musyawarah Desa Terbuka

14 Mei 2026 - 06:50 WIB

Trending di RAGAM