Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

LINGKUNGAN · 28 Jul 2023 22:35 WIB ·

Desa Jadi Pahlawan Iklim, Kemendes Inisiasi Pilot Project Karbon


					Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Harlina Sulistyorini, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes PDTT Ivanovich Agusta menerima Direktur Politeknik Keuangan Negara STAN Rahmadi Murwanto, Direktur Utama Badan Pengelola Lingkungan Hidup Djoko Hendratto di Kantor Kemendes PDTT, Kalisari, Jakarta Timur, Jumat (28/7/2023). Ketiga lembaga berkomitmen untuk bersama-sama mengurangi emisi karbon di desa.
 Foto: Wening/Kemendes PDTT Perbesar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Harlina Sulistyorini, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes PDTT Ivanovich Agusta menerima Direktur Politeknik Keuangan Negara STAN Rahmadi Murwanto, Direktur Utama Badan Pengelola Lingkungan Hidup Djoko Hendratto di Kantor Kemendes PDTT, Kalisari, Jakarta Timur, Jumat (28/7/2023). Ketiga lembaga berkomitmen untuk bersama-sama mengurangi emisi karbon di desa.  Foto: Wening/Kemendes PDTT

Jakarta [DESA MERDEKA] Desa-desa di Indonesia kini bersiap mengambil peran krusial dalam kancah penyelamatan bumi melalui inisiasi pilot project pengurangan emisi karbon. Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi “keroyokan” antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kemenkeu, serta PKN STAN.

Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar—yang akrab disapa Gus Halim—menegaskan bahwa langkah awal ini akan difokuskan pada beberapa lokus desa terpilih. Tujuannya adalah menciptakan prototipe atau model keberhasilan yang nantinya bisa direplikasi secara masif oleh desa-desa lain di seluruh nusantara.

“Saya ingin fokus pada beberapa lokus supaya paham dulu pola kerjanya. Setelah alur dari awal hingga berhasil terbentuk, baru kita replikasi dan undang desa lain untuk belajar,” ujar Gus Halim saat audiensi di Jakarta.

BUM Desa sebagai Motor Ekonomi Hijau
Strategi pengurangan emisi ini tidak hanya menyasar aspek lingkungan, tetapi juga diintegrasikan dengan penguatan ekonomi lokal. Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) didorong menjadi pengelola utama dalam praktik ramah lingkungan ini. Sektor wisata desa, pengelolaan hutan desa, hingga penguatan koperasi akan diselaraskan untuk menekan angka emisi karbon.

Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi desa, Kemendes PDTT tengah menyiapkan regulasi khusus melalui Peraturan Menteri Desa (Permendesa). Payung hukum ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi BUM Desa dalam mengelola potensi karbon secara profesional dan akuntabel.

Kolaborasi Lintas Sektor: Pendanaan dan Edukasi
Peran setiap pihak dalam kolaborasi ini terbagi secara spesifik dan efektif:

  • Kemendes PDTT: Sebagai fasilitator lokus desa dan pembuat regulasi.
  • BPDLH Kemenkeu: Menyediakan dukungan pendanaan dari anggaran lingkungan hidup yang tersedia.
  • PKN STAN: Berperan sebagai ahli teknis yang menyusun tata cara pengurangan emisi karbon dan pelaporannya.

Direktur Utama BPDLH, Djoko Hendratto, menambahkan bahwa sinergi ini akan menyentuh berbagai lini penguatan desa. “Kami ingin ‘ngeroyok’ bareng pengurangan emisi karbon ini, mulai dari sisi wisatanya hingga penguatan kapasitas BUM Desa,” tuturnya. Dengan sistem pendampingan antardesa, diharapkan proses mitigasi perubahan iklim di tingkat akar rumput dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Pawang Cuaca Teknologi Siap Jinakkan Banjir Empat Bulan Lamongan

11 Maret 2026 - 22:11 WIB

Jembatan Gantung Bunut Putus, Aktivitas Ribuan Warga Lumpuh

11 Maret 2026 - 13:05 WIB

Cara Warga Jombatan Berdayakan UMKM Lewat Berbagi Takjil

9 Maret 2026 - 19:26 WIB

BPBD Jombang Tangani Pohon Tumbang

5 Maret 2026 - 17:29 WIB

Lumpur Benenai Terjang Lamudur: Warga Malaka Butuh Tanggul Darurat

23 Februari 2026 - 18:17 WIB

Trending di LINGKUNGAN