Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Desa Kubung di Kecamatan Bacan Selatan kini berada di persimpangan jalan. Hutan cagar alam yang menjadi benteng ekologi desa terancam punah akibat maraknya tambang emas ilegal yang menggerogoti kawasan tersebut setiap hari. Ironisnya, aktivitas yang diklaim demi urusan perut ini diduga melibatkan sejumlah oknum aparat desa, sementara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat terkesan “tutup mata”.
Padahal, di balik hiruk-pikuk lubang tambang, Desa Kubung menyimpan permata tersembunyi: sumber air panas alami tepat di bibir pantai yang berhadapan langsung dengan Pulau Mandioli. Potensi “Suwering Air Panas” ini memiliki nilai jual tinggi sebagai objek wisata strategis, namun hingga kini masih terbengkalai dan hanya menjadi wacana perencanaan.
Ancaman Cagar Alam dan “Diamnya” Pengawas
Kawasan cagar alam Desa Kubung seharusnya menjadi wilayah yang terlindungi secara alami demi kelestarian flora dan fauna khas Maluku Utara. Namun, realita di lapangan menunjukkan lubang-lubang tambang emas ilegal menjamur. “Lubang emas di Desa Kubung bukan hanya milik saya, tapi punya banyak orang,” aku seorang warga setempat yang enggan identitasnya diungkap.
Diamnya pihak BKSDA Halmahera Selatan dalam melakukan kontrol lapangan membuat para penambang liar semakin berani. Jika dibiarkan, kerusakan ekosistem ini tidak hanya menghancurkan hutan, tetapi juga mematikan peluang Desa Kubung untuk menjual keindahan alamnya sebagai aset wisata masa depan.
Mimpi BUM Desa dan Wisata Air Panas
Kepala Desa Kubung, Masbul Hi Muhammad, mengakui keunikan desanya yang memiliki air panas alami yang mudah dijangkau masyarakat. Ia berambisi menyulap potensi ini menjadi objek wisata yang dikelola secara profesional melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).
“Ke depan, jika disetujui dalam Musyawarah Desa (Musdes) tahun 2025 atau 2026, kami akan menganggarkan pengembangan wisata ini melalui Dana Desa secara bertahap,” ujar Masbul. Rencana ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru dan menghidupkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat desa.
Kendala Infrastruktur dan Prioritas Musdes
Namun, jalan menuju desa wisata tidaklah mulus. Akses jalan utama menuju Desa Kubung yang belum memadai masih menjadi batu sandungan besar. Saat ini, Pemdes masih fokus pada pembangunan infrastruktur dasar seperti pagar desa sepanjang 500 meter dan program pemberdayaan lainnya.
Transformasi dari desa tambang menuju desa wisata memerlukan komitmen kuat dalam Musdes mendatang. Jika terealisasi, pengunjung hanya butuh satu jam perjalanan dari Labuha untuk menikmati sensasi berendam air panas alami sambil menatap matahari terbenam, tanpa perlu merusak hutan cagar alam yang tersisa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.