Batu Busuak, Padang [DESA MERDEKA] — LP2M (Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat) Sumbar melakukan kegiatan Penguatan Kapasitas terhadap Kelompok Perempuan dampingan LP2M di Kota Padang. Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kehidupan Yang Ramah Lingkungan untuk Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim.”
Kelompok ini adalah Kelompok Suko dan Bunga Setangkai di Kelurahan Kapalo Koto dan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh Kota Padang. Dua kelompok ini anggotanya adalah penyintas bencana siklon pada akhir November dan Desember 2025 lalu di Kota Padang.
Kegiatan ini dihadiri oleh 22 orang anggota kelompok, 1 orang Ketua FKPAR Kota Padang, 2 orang dari LP2M dan juga dikunjungi oleh 8 orang anggota Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia dari Jakarta.
Spil Praktik Eco-Friendly Keseharian
Acara dibuka dengan hangat oleh Fifi Alfiah. Bukan sekadar dengerin teori yang ngebosenin, Fifi justru mengajak seluruh peserta untuk saling sharing dan menceritakan praktik kehidupan sehari-hari mereka yang ramah lingkungan. Sesi ini jadi wadah curhat ekologis yang seru banget!
Sementara itu, salah seorang peserta, Ibu Imang, mengaku menyambut baik pelatihan ini. “Selama ini kami kesulitan karena harga pupuk kimia mahal dan tanah makin keras. Pembuatan POP dari limbah sayur ini adalah solusi murah yang bisa langsung kami praktikkan di dapur masing-masing,” ujarnya.

Tanah Juga Butuh Skin Care
Sebagai fasilitator, Ali Akbar membagikan insight penting soal kesehatan tanah. Biar tanaman bisa tumbuh subur, tanahnya harus diberi nutrisi terbaik, mirip seperti filosofi skin care harian kita.
“Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP) akan menyehatkan tanah. Tanah sehat, tanaman subur,” pungkas Ali Akbar.
Rencana Aksi: Next Level Sesi Praktik!
Nggak cuma selesai di teori, kegiatan ini langsung menghasilkan action plan konkret yang bakal dieksekusi ke depannya. Beberapa agenda seru yang siap ditindaklanjuti antara lain:
* Membuat Jamur Keberuntungan Abadi (Jakaba) pada Jum’at (26/6) mendatang
* Membuat Pupuk Organik Padat (POP) dari limbah sayuran rumah tangga (sudah terlaksana dan akan diteruskan)
* Pengolahan hasil pertanian lokal (bengkoang) pada bulan Juli 2026 mendatanh
* Membuat teh kombucha yang lagi hype (langsung dipraktikkan pada sesi pelatihan)
Aksi lokal ini jadi bukti kalau merawat bumi bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. Let’s save the planet!



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.