Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Ancaman erosi di sepanjang bantaran sungai Desa Naiola kini dihadapi dengan strategi ekologis yang kokoh. Pemerintah Desa bersama warga Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, mengambil langkah taktis dengan menanam ratusan anakan bambu di titik-titik rawan longsor sepanjang aliran sungai pada Jumat (15/5/2026). Langkah ini menjadi resolusi hijau dalam mitigasi bencana berbasis komunitas.
Bambu sengaja dipilih bukan tanpa alasan teknis. Kepala Desa Naiola, Yakobus Nitsae, yang memimpin langsung aksi ini menjelaskan bahwa tanaman ini memiliki sistem perakaran serabut yang sangat rapat dan kuat. Jalinan akar tersebut bekerja seperti jangkar alami yang mampu mengikat agregat tanah secara masif, menjadikannya opsi paling efektif untuk menahan abrasi dan longsoran tebing sungai.

Aksi penghijauan ini sekaligus menjadi penanda hidupnya kembali urat nadi gotong royong warga. Terintegrasi dengan momen Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2026, seluruh elemen dari aparat desa hingga masyarakat umum turun langsung menggarap lahan dari persiapan lubang tanam hingga pemancangan anakan bambu.
Melalui investasi lingkungan ini, Pemerintah Desa Naiola tidak hanya sedang menanam pohon, melainkan sedang membangun kesadaran kolektif. Target jangka panjang dari gerakan ini adalah mengamankan aset ruang hidup desa, menjaga pasokan sumber daya air, serta mewarisi lingkungan yang aman dan lestari bagi generasi masa depan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.