Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 13 Feb 2026 09:19 WIB ·

Bukan Sekadar Beras dan Sembako! Kampung Zakat Sidodadi Ubah ZIS Jadi Mesin Ekonomi Umat


					Bukan Sekadar Beras dan Sembako! Kampung Zakat Sidodadi Ubah ZIS Jadi Mesin Ekonomi Umat Perbesar

Pesawaran, Lampung [DESA MERDEKA] Suasana berbeda menyelimuti Desa Sidodadi, Kecamatan Way Lima, Kamis (12/02/2026). Bukan sekadar seremoni seremonialan, hari itu warga menyaksikan lahirnya ekosistem ekonomi baru. Pemerintah resmi meluncurkan Kampung Zakat Sidodadi, sebuah pilot project yang berani mendobrak paradigma lama pengelolaan zakat dari yang sekadar “habis dimakan” menjadi “berputar menghasilkan”.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, H. Farid Wajdi. Namun, yang membuat gelaran ini berbeda adalah deretan pemangku kepentingan yang duduk dalam satu barisan. Mulai dari Deputi 1 Direktur ID Humanity Dompet Dhuafa Juperta Panji Utama, jajaran FORKOPIMDA, Kajari, Kepala Kantor Pertanahan, pimpinan BAZNAS, MUI, BWI, LAZISNU, LAZISMU, hingga pimpinan Bank Syariah Indonesia. Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa zakat kini tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, melainkan dalam sebuah orkestra pembangunan.

“Raksasa Tidur” yang Dibangunkan

A’immatul Azizah, Ketua Kampung Zakat Sidodadi, membuka sambutan dengan analogi yang menghentak.

“Potensi ZIS di sini ibarat raksasa yang tertidur. Jika tidak dikelola dengan baik, ia hanya menjadi bantuan konsumtif yang habis sesaat,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi benang merah mengapa Kampung Zakat hadir. Jika selama ini zakat lebih banyak disalurkan dalam bentuk sembako atau uang tunai yang cepat habis, di Sidodadi, dana umat akan diubah menjadi modal bergulir untuk usaha mikro, pelatihan vokasi, hingga pendampingan bisnis syariah.

Kampung Zakat Sidodadi tidak hanya akan membagikan ikan, tetapi juga mengajarkan cara membuat perahu dan jaring. Tujuannya satu: penerima zakat (mustahik) diproyeksikan naik kelas menjadi pembayar zakat (muzaki) di masa depan.

Sinergi, Bukan Sekadar Jargon

Di atas panggung, H. Farid Wajdi menekankan bahwa program ini adalah ujian nyata kolaborasi.

“Sinergi pemerintah, lembaga zakat, dan sektor swasta menjadi kunci. Kita kawal bersama agar program ini benar-benar menjadi solusi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Komitmen itu segera diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama. Hadirnya Bank Syariah Indonesia misalnya, mengindikasikan adanya akses permodalan dan literasi keuangan syariah bagi warga. Sementara Kantor Pertanahan memastikan legalitas aset untuk kegiatan produktif.

Dari Lampung untuk Indonesia

Apa yang terjadi di Way Lima ini bukan proyek dadakan. Kampung Zakat Sidodadi diharapkan menjadi show window pengelolaan zakat modern di era digital. Dengan pendekatan integrated farming dan ekonomi sirkular, warga tidak hanya diberi modal, tetapi juga pasar dan pendampingan hingga usaha mereka take off.

Seusai acara, para peserta yang hadir berkesempatan melihat pameran produk UMKM binaan. Dari olahan pangan hingga kerajinan lokal, semua siap bersaing di pasar modern.

Jika zakat produktif di Sidodadi berhasil, maka pesawaran akan menjadi laboratorium sosial bagaimana filantropi Islam menjadi solusi konkret mengentaskan kemiskinan. Raksasa ekonomi umat kini tak lagi tidur, ia mulai berjalan, perlahan, tapi pasti.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 405 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asap Dapur Mengebul, Buruh Tembakau Jombang Terima BLT

2 Juli 2026 - 14:58 WIB

Karang Taruna Sumbar Jadi Agen Perisai Nasional

27 Juni 2026 - 22:10 WIB

Di Balik Sawah Jombang: Menantang Risiko Tanpa Jaring Pengaman

26 Juni 2026 - 07:18 WIB

Sinergi Sukuk dan Rp20 Triliun Dana Rantau Membangun Nagari

24 Juni 2026 - 09:21 WIB

Benteng Adat Minangkabau: Desa Bersatu Lawan Ancaman Narkoba

23 Juni 2026 - 09:51 WIB

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Trending di PEMDA