Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ambisi berburu piala juara dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kota Padang ke-41 justru menyisakan ironi kelam. Alih-alih menjadi ladang subur untuk melahirkan generasi Qurani di tingkat kelurahan dan desa, ajang religius ini dinilai mulai terjangkit praktik kotor yang merusak moral. Jeda vakum selama dua tahun ternyata tidak dimanfaatkan untuk mematangkan pembinaan lokal, melainkan memicu jalan pintas demi sebuah gengsi seremonial.
Kritik tajam ini dilontarkan langsung oleh Sekretaris MUI Kota Padang, Ustadz H. Mulyadi Muslim, Lc., M.A. Ia menyoroti rusaknya integritas kompetisi akibat maraknya penggunaan kafilah “impor”—praktik meminjam peserta dari luar daerah—serta adanya manipulasi data demi mengejar status juara. Langkah instan ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap potensi anak-anak daerah yang seharusnya dibina di tingkat akar rumput.
“Ada oknum yang melakukan manipulasi data hingga pendekatan tidak etis kepada dewan hakim. Ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang yang harus dilawan bersama,” tegas Mulyadi pada Rabu (10/8/2024).

Persoalan ini berdampak sistemik pada pembangunan karakter masyarakat. Ketika anggaran besar digelontorkan, namun indikator keberhasilannya hanya diukur lewat laporan seremonial di atas kertas, esensi spiritual dari MTQ itu sendiri telah hilang. Pembinaan pemuda di tingkat kelurahan dan komunitas lokal menjadi mati suri karena posisinya digantikan oleh peserta sewaan.
MUI Kota Padang kini menuntut pemerintah kota untuk melakukan evaluasi MTQ Padang secara menyeluruh. Pemerintah daerah harus berani menetapkan alat ukur yang konkret guna memastikan apakah anggaran besar tersebut berbanding lurus dengan peningkatan akhlak generasi muda dan semangat masyarakat dalam mempelajari Al-Qur’an. Tanpa reformasi sistem dan kejujuran, ajang mulia ini dikhawatirkan menyusut menjadi sekadar panggung pameran kekuasaan yang kehilangan marwah religiusnya.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.