Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 10 Feb 2025 10:16 WIB ·

Aksi Bersih Sungai Winongan Cegah Banjir Desa


					Aksi Bersih Sungai Winongan Cegah Banjir Desa Perbesar

Pasuruan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Bantaran Sungai Winongan yang membentang di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, kini terlihat jauh lebih lega. Pada Sabtu (8/2/2025), puluhan warga dari berbagai desa bahu-membahu dengan aparat TNI, Polri, dan anggota Karang Taruna untuk menyingkirkan sumbatan sampah serta rumpun bambu yang tumbang ke badan sungai. Aksi kolektif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk menepis ancaman banjir yang kerap mengintai warga setiap kali musim penghujan tiba.

Secara geografis, Sungai Winongan memegang peran vital bagi ekosistem pertanian dan pemukiman di Kabupaten Pasuruan. Namun, tumpukan material sisa alam dan sampah plastik sering kali menjadi hambatan aliran yang memicu luapan air. Kapolsek Winongan, AKP Rudi Santosa, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab moral menjaga fungsi sungai.

“Kami ingin Sungai Winongan tetap bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya. Selain mencegah banjir, ini juga mengurangi risiko berkembangnya penyakit,” jelas AKP Rudi di sela-sela aksi.

Bagi generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna, kegiatan ini menjadi wadah edukasi lapangan. Mereka tidak hanya terlibat dalam pengangkatan lumpur dan sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif. “Harapannya, warga semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ungkap salah satu anggota Karang Taruna. Semangat gotong royong yang kembali dihidupkan ini menjadi bukti bahwa permasalahan lingkungan desa bisa diselesaikan jika aparat dan masyarakat bersinergi.

Pembersihan sungai ini memberikan dampak ganda: menjaga kesehatan warga dari ancaman penyakit akibat lingkungan kotor sekaligus memastikan ekosistem sungai tetap sehat. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu bagi warga desa lain di sepanjang bantaran sungai untuk terus menjaga kebersihan secara mandiri. Dengan mengurangi penggunaan plastik dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial, masyarakat telah selangkah lebih maju dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana, bersih, dan nyaman untuk ditinggali.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

TPA Solok Sekarat, Gerakan Nagari Jadi Penyelamat Krisis Sampah

27 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Dapur Ngepul dari Sortir Limbah Pebayuran Bekasi

23 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Bayar PBB Pakai Sampah, Desa Sudu Gayam Sebar Satgas

8 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.
Trending di LINGKUNGAN