Musi Banyuasin, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] – Senyum sumringah terpancar dari wajah para abdi negara di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Menindaklanjuti instruksi Pj Bupati Apriyadi Mahmud, Pemerintah Kabupaten Muba resmi mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji yang langsung membanjiri rekening para ASN hingga tenaga honorer pada Selasa (11/4/2023).
Langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya strategis untuk memastikan daya beli masyarakat lokal tetap terjaga menjelang Idulfitri 1444 H. Bagi tenaga honorer seperti Yuli di Dinas Kominfo Muba, pencairan ini adalah napas segar. Ia menerima THR sebesar Rp500 ribu serta gaji bulanan Rp1,8 juta yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga.
Injeksi Dana Segar ke Kantong Pegawai
Kepala BPKAD Muba, Zabidi, merinci total anggaran fantastis yang dikucurkan untuk momentum ini. Dana sebesar Rp31,5 miliar dialokasikan untuk THR PNS, Rp5,4 miliar untuk PPPK, dan yang paling dinantikan adalah alokasi Rp5 miliar khusus bagi pegawai kontrak (honorer). Selain itu, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN bulan Maret senilai Rp22 miliar juga ikut dicarikan secara bertahap.
Pencairan yang dilakukan secara beriringan ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi bagi pasar-pasar di wilayah Muba. Dengan masuknya puluhan miliar rupiah ke tangan pegawai, aktivitas ekonomi di tingkat lokal diprediksi akan meningkat tajam dalam sepekan ke depan.
Pesan Bupati: Belanja Bijak, Hindari Konsumtif
Pj Bupati Muba, Apriyadi Mahmud, menekankan agar para penerima dana tersebut tidak terjebak dalam perilaku konsumtif berlebihan. Ia mengimbau agar para pegawai memprioritaskan kebutuhan mendesak rumah tangga dibandingkan keinginan sesaat.
“Saya harap THR ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, utamakan kebutuhan rumah tangga menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri,” tegas Apriyadi. Kepastian cairnya hak-hak pegawai ini menjadi komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan pekerjanya, sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.