Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 21 Mei 2026 21:11 WIB ·

Menghidupkan Sawah dan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam


					Menghidupkan Sawah dan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam Perbesar

Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Masa depan ketahanan pangan dan kualitas SDM di ranah minang kini bertumpu pada akselerasi infrastruktur di tingkat nagari. Dua agenda besar—penyelamatan sawah petani dari dampak banjir bandang serta peletakan batu pertama pusat pendidikan megah—menjadi simbol kolaborasi nyata pemerintah pusat dan daerah di Kabupaten Tanah Datar.

Menteri PU Dody Hanggodo bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung ke lapangan pada Kamis (21/5/2026). Mereka meninjau proses normalisasi Batang Tompo Sitangkai di Jorong Taruko sekaligus mematangkan cetak biru pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam. Langkah taktis ini diambil demi memastikan urat nadi ekonomi dan sosial pedesaan tidak lumpuh pascabencana 12 Mei lalu.

Menyelamatkan Sawah di Musim Tanam
Bencana banjir bandang pertengahan Mei kemarin sempat melumpuhkan jaringan irigasi dan menyisakan tumpukan material di aliran sungai. Respons cepat kini difokuskan pada pemulihan fungsi air. Mengingat saat ini petani sudah memasuki musim tanam, perbaikan irigasi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa birokrasi sekat kewenangan antara pusat, provinsi, dan kabupaten harus runtuh demi menyukseskan swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Jika irigasi Batang Tompo Sitangkai pulih total, ribuan hektare sawah rakyat kembali produktif.

Lompatan Sektor Pendidikan dari Pinggiran Desa
Sudut pandang pembangunan kini tidak lagi sentralistik di perkotaan. Nagari Tanjung Alam bersiap mencatatkan sejarah dengan kehadiran rencana kompleks Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam. Berdiri di atas lahan hibah seluas 16 hektare dari keluarga besar Doni Oskaria (COO Danantara), sekolah ini diproyeksikan menjadi yang terbesar di Sumatera Barat.

Infrastruktur penunjang dirancang modern dengan bangunan tiga lantai dan akses jalan selebar 5,5 meter. Saat ini, alat berat sudah bekerja di tahap pematangan lahan. Sekolah berkapasitas 3.000 siswa ini disiapkan menjadi motor penggerak baru untuk memutus rantai kemiskinan dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengingatkan, proyek strategis ini butuh respons cepat dari jajaran pemprov dan pemkab agar manfaatnya instan. Gayung bersambut, Bupati Tanah Datar Eka Putra memastikan bahwa proyek fisik ini tidak hanya berorientasi jangka panjang, melainkan langsung menyerap pemuda lokal sebagai prioritas tenaga kerja konstruksi. Melalui dwi-tunggal proyek ini, Tanah Datar sedang membuktikan bahwa kebangkitan ekonomi kawasan justru dimulai dari ketangguhan sebuah nagari.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA