Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 29 Okt 2026 09:48 WIB ·

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas


					Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas Perbesar

Palangka Raya, Kalimantan Tengah [DESA MERDEKA] – Bagi masyarakat perkotaan, deru mesin motor roda tiga mungkin hanya dianggap angin lalu sebagai pengangkut tabung gas atau galon air isi ulang. Namun, di hamparan lahan gambut Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kehadiran sembilan unit kendaraan roda tiga bercat hijau legam itu membawa cerita yang jauh lebih krusial: sebuah ikhtiar penyelamatan lingkungan dan urat nadi ekonomi warga desa.

Pada Selasa sore yang cerah (27/10/2026), serah terima sembilan unit kendaraan bermotor roda tiga berlangsung di Palangka Raya. Bantuan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas inisiasi Anggota Komisi XII DPR RI dapil Kalimantan Tengah, Sigit Karyawan Yunianto.

Jika hanya melihat permukaan, ini tampak seperti seremoni pembagian aset negara pada umumnya. Namun, jika kita melihat lebih dekat pada peta geografis dan linimasa konflik lingkungan di Kapuas, sembilan kendaraan ini adalah jawaban atas dua masalah akut di pelosok desa: infrastruktur logistik tani dan mitigasi kebakaran hutan lahan (karhutla).

Menembus “Jalan Cacing” Sentra Nanas Madu Basarang
Delapan dari sembilan unit kendaraan tersebut dialokasikan khusus untuk desa-desa di Kecamatan Basarang, mulai dari Desa Tambun Raya, Basarang Jaya, Batu Nindan, Panarung, Naning, Bungai Jaya, Lunuk Ramba, hingga Pangkalan Sari.

Bukan tanpa alasan Basarang mendominasi wilayah penerima bantuan. Kecamatan ini telah lama melambung sebagai salah satu sentra agrowisata dan produsen nanas madu terbesar di Kalimantan Tengah. Ratusan hektare lahan gambut di wilayah ini telah disulap warga menjadi ladang pertanian hortikultura produktif.

“Bantuan ini tentunya digunakan untuk kepentingan masyarakat di desa-desa tersebut,” kata Sigit Karyawan Yunianto. Ia menambahkan, “Penyerahan bantuan motor roda tiga untuk desa di Kecamatan Basarang dan Bataguh ini merupakan bentuk dukungan nyata menunjang aktivitas masyarakat desa agar semakin produktif. Bagi saya, setiap aspirasi masyarakat adalah amanah yang harus diperjuangkan di tingkat pusat agar menghadirkan manfaat dan memperkuat semangat gotong royong di daerah.”

Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh petani lokal yang selama ini terbentur masalah logistik pasca-panen. Jalan-jalan cacing – ”istilah setempat untuk gang tanah sempit di areal perladangan” mustahil dilalui oleh mobil pikap besar.

“Selama ini kalau habis panen nanas atau menyadap karet, tantangan terbesarnya bawa buah keluar dari jalur dalam ladang. Mobil pikap tidak bisa masuk karena jalannya sempit dan berupa tanah gambut. Adanya motor roda tiga ini sangat membantu kelompok tani memotong jalur angkut, jadi hasil kebun tidak telat dijual ke pasar Trans Kalimantan,” ungkap Rian, salah seorang petani hortikultura di Kecamatan Basarang.

Dengan dimensi motor roda tiga yang ramping, kendaraan ini mampu bermanuver lincah di jalur tanah yang sempit. Dampaknya instan: memangkas biaya angkut, mempercepat rantai distribusi, dan menjaga kesegaran komoditas tani sebelum susut nilainya.

Senjata Senyap Pemutus Rantai Kabut Asap di Bataguh
Satu unit sisa didistribusikan ke Desa Terusan Karya di Kecamatan Bataguh. Mengapa wilayah ini tidak kalah krusial? Rekam jejak bencana daerah menunjukkan bahwa Kecamatan Bataguh memegang status sebagai wilayah prioritas pengawasan karhutla karena berdiri di atas lapisan gambut dalam yang rentan. Kelalaian kecil dari pembakaran sampah bisa memicu bara bawah tanah yang melumpuhkan kota.

Di sinilah keterkaitan bantuan dari KLHK “sebagai mitra kerja Komisi XII DPR RI” menemukan fungsi strategisnya. Motor roda tiga ini diplot mengambil peran sebagai armada kebersihan lingkungan desa.

“Satu unit motor roda tiga ini bagi desa kami sangat berharga untuk urusan kebersihan lingkungan. Sekarang armada desa bisa masuk ke gang-gang kecil menjemput sampah warga untuk dibawa ke TPS. Ini cara efektif melarang warga membakar sampah sembarangan di pekarangan, karena di wilayah gambut seperti Bataguh, api kecil saja bisa jadi karhutla kalau musim kemarau tiba,” tutur salah seorang aparatur desa di Bataguh.

Ketika manajemen pengelolaan sampah dari rumah ke rumah berjalan lancar, celah bagi warga untuk membakar sampah secara liar dapat ditekan habis. Secara tidak langsung, pemicu utama bencana kabut asap musiman di wilayah Kapuas berhasil diredam sejak dari hulu.

Bahkan dalam situasi darurat, modifikasi motor roda tiga menjadi unit tangki air skala kecil terbukti menjadi garda terdepan penanganan dini karhutla. Unit tangkas ini mampu menembus titik api di kedalaman gang pemukiman yang mustahil dijangkau oleh truk pemadam kebakaran pemkab yang berbadan besar.

Membawa program-program kementerian agar bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat Kalteng adalah komitmen jangka panjang. Lewat sembilan unit roda tiga ini, sebuah rilis seremoni pembagian aset kini menjelma menjadi cerita tentang kemandirian ekonomi petani sekaligus tameng pelindung bagi kelestarian udara bumi Borneo.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Ratusan Anak Tumbang, Borok Dapur Makan Bergizi Gratis Sumbar Terbongkar

13 Oktober 2026 - 06:05 WIB

Nestapa di Koto Sani: Bibit Nila Diberi Pakan Lele

11 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Trending di KABAR PEMDA