Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 21 Mei 2026 06:00 WIB ·

Nagari Creative Hub Sumbar Jadi Motor Baru Ekonomi Desa


					Nagari Creative Hub Sumbar Jadi Motor Baru Ekonomi Desa Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Nagari Creative Hub (NCH) bukan proyek musiman milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) semata. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan ruang kreatif ini adalah agenda besar untuk mengubah wajah ekonomi desa (nagari) di Sumbar agar lepas dari jebakan kegiatan seremonial.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi percepatan program unggulan bersama Bupati dan Walikota se-Sumbar di Istana Gubernuran, Rabu (20/5/2026). Mahyeldi gerah dengan program daerah yang sering kali hanya habis di tataran administratif tanpa dampak nyata bagi masyarakat bawah.

“Jangan jadikan Nagari Creative Hub hanya sebagai program administratif atau kegiatan seremonial. NCH harus mampu menghadirkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” cetus Mahyeldi.

Dobrak Ego Sektoral Demi Desa
Poin penting dari arah baru Nagari Creative Hub Sumbar ini adalah diputusnya ego birokrasi. Mahyeldi memosisikan Dinas PMD bukan sebagai penguasa tunggal program, melainkan sebagai orkestrator atau penggerak utama yang menghubungkan dinas-dinas lain ke dalam ekosistem desa.

Masing-masing instansi kini memiliki tugas konkret di dalam wadah NCH:

  • Dinas Koperasi: Memperkuat pembinaan UMKM nagari.
  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan: Fokus pada nilai tambah dan pengembangan produk unggulan lokal.
  • Dinas Pariwisata: Mendorong promosi budaya dan destinasi desa.
  • Dinas Kominfo: Mengambil peran vital dalam digitalisasi dan pemasaran berbasis teknologi.

Indikator keberhasilan program ini tidak lagi dihitung dari berapa banyak anggaran yang terserap atau berapa kali rapat seremonial digelar. Parameter suksesnya jelas: aktivitas ekonomi desa bergerak, pelaku usaha lokal bertumbuh, dan anak-anak muda mau bertahan membangun nagarinya melalui inovasi digital.

Kolaborasi Jangka Panjang
Gubernur juga mendesak pelibatan pihak luar, mulai dari BUMN, BUMD, perguruan tinggi, hingga komunitas kreatif untuk masuk memberikan pendampingan riset dan pelatihan di nagari. Jika ekosistem ini berjalan optimal, kekuatan ekonomi Sumatera Barat justru akan dimulai dari desa, bukan kota.

Senada dengan itu, Kepala Dinas PMD Sumbar, Yozarwardi, memastikan bahwa NCH dirancang untuk jangka panjang, bukan proyek sesaat yang hilang saat anggaran habis. Namun, ia mengingatkan bahwa motor ekonomi berbasis kearifan lokal ini butuh komitmen anggaran yang ajek, baik dari tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga pemerintahan nagari itu sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Harkitnas 2026: Koperasi Desa Merah Putih Sumatera Barat Melek Digital

20 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi PPPK Pertanian Desa Kuansing Atasi Kelangkaan Penyuluh

20 Mei 2026 - 15:33 WIB

Menginjak Usia 57, Pembangunan Desa A Yani Pura Ditantang Mandiri

20 Mei 2026 - 14:37 WIB

Anggaran Fasilitas Jabatan Bupati Dialihkan Jadi Ambulans Desa Kabupaten Serang

20 Mei 2026 - 13:41 WIB

Emas Hitam di Atas Darah: Menghitung Nyawa di Lubang Tambang Sumbar

19 Mei 2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Sampai Akhir: Kepala Dinas PMD NTT Wafat

18 Mei 2026 - 09:33 WIB

Trending di PEMDA