Bandung, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Wajah kehidupan desa dan hiruk-pikuk kota baru saja “beradu” dalam sebuah panggung seni di Padepokan Mayang Sunda. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) INFINITY ITB melalui gelaran Infinite Showdown 2026 awal April ini, sengaja mengangkat kontradiksi dua alam tersebut sebagai tema utama. Dengan sentuhan nuansa Indonesia yang kental, pertunjukan tari tahunan ini mencoba memotret identitas pedesaan di tengah lingkungan kampus yang didominasi bidang teknik dan bisnis.
Kepala Divisi Eksternal INFINITY ITB, Nelson, menjelaskan bahwa tahun ini mereka ingin menghadirkan alur cerita yang berbeda. “Kami mencoba menghadirkan nuansa kehidupan desa dan kota dengan sentuhan Indonesia, baik melalui pemilihan lagu maupun atmosfer panggung,” ungkapnya, Sabtu (11/4/2026).
Mendekatkan Napas Desa ke Lingkungan Kampus
Lebih dari sekadar gerak tubuh, pertunjukan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengapresiasi seni di tengah kesibukan akademik. Membawa narasi desa ke atas panggung tari adalah upaya untuk memperluas perspektif mahasiswa terhadap akar budaya sendiri. Hal ini penting agar ruang seni tetap tumbuh sebagai penyeimbang logika bisnis dan sains di kampus.
Melalui alur cerita yang terstruktur, Infinite Showdown 2026 menampilkan tujuh genre tari yang berbeda. Sebanyak 50 kru dan penari terlibat aktif demi menghidupkan atmosfer pedesaan dan perkotaan di depan sekitar 100 penonton yang memadati lokasi acara.

Kolaborasi di Balik Layar Kreatif
Meski sukses memukau penonton, tim INFINITY ITB mengakui adanya tantangan besar dalam proses produksi. Keterbatasan waktu, sumber daya manusia, hingga pendanaan menjadi hambatan yang nyata. Namun, semangat untuk menampilkan karya terbaik dan ruang belajar bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang seni menjadi motivasi utama.
Kerja sama tim menjadi kunci utama bagi para mahasiswa ini untuk tetap konsisten menyuarakan apresiasi seni. Bagi mereka, meskipun dunia bergerak menuju modernitas kota, akar kehidupan desa dan nilai-nilai Indonesia tetap memiliki tempat yang istimewa untuk terus dirayakan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.