Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 11 Apr 2026 18:48 WIB ·

Seni Tari ITB: Potret Kontras Desa-Kota di Atas Panggung


					Keanggunan kebaya yang memperkuat konsep tradisional berpadu dengan gerak modern dalam penampilan Infinite Showdown 2026 pada 4 April 2026 di Padepokan Seni Mayang Sunda. (ITB/INFINITY ITB) Perbesar

Keanggunan kebaya yang memperkuat konsep tradisional berpadu dengan gerak modern dalam penampilan Infinite Showdown 2026 pada 4 April 2026 di Padepokan Seni Mayang Sunda. (ITB/INFINITY ITB)

Bandung, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Wajah kehidupan desa dan hiruk-pikuk kota baru saja “beradu” dalam sebuah panggung seni di Padepokan Mayang Sunda. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) INFINITY ITB melalui gelaran Infinite Showdown 2026 awal April ini, sengaja mengangkat kontradiksi dua alam tersebut sebagai tema utama. Dengan sentuhan nuansa Indonesia yang kental, pertunjukan tari tahunan ini mencoba memotret identitas pedesaan di tengah lingkungan kampus yang didominasi bidang teknik dan bisnis.

Kepala Divisi Eksternal INFINITY ITB, Nelson, menjelaskan bahwa tahun ini mereka ingin menghadirkan alur cerita yang berbeda. “Kami mencoba menghadirkan nuansa kehidupan desa dan kota dengan sentuhan Indonesia, baik melalui pemilihan lagu maupun atmosfer panggung,” ungkapnya, Sabtu (11/4/2026).

Mendekatkan Napas Desa ke Lingkungan Kampus
Lebih dari sekadar gerak tubuh, pertunjukan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengapresiasi seni di tengah kesibukan akademik. Membawa narasi desa ke atas panggung tari adalah upaya untuk memperluas perspektif mahasiswa terhadap akar budaya sendiri. Hal ini penting agar ruang seni tetap tumbuh sebagai penyeimbang logika bisnis dan sains di kampus.

Melalui alur cerita yang terstruktur, Infinite Showdown 2026 menampilkan tujuh genre tari yang berbeda. Sebanyak 50 kru dan penari terlibat aktif demi menghidupkan atmosfer pedesaan dan perkotaan di depan sekitar 100 penonton yang memadati lokasi acara.

Seluruh penampil pada akhir acara Infinite Showdown 2026 pada 4 April 2026 di Padepokan Seni Mayang Sunda. (ITB/INFINITY ITB)

Kolaborasi di Balik Layar Kreatif
Meski sukses memukau penonton, tim INFINITY ITB mengakui adanya tantangan besar dalam proses produksi. Keterbatasan waktu, sumber daya manusia, hingga pendanaan menjadi hambatan yang nyata. Namun, semangat untuk menampilkan karya terbaik dan ruang belajar bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang seni menjadi motivasi utama.

Kerja sama tim menjadi kunci utama bagi para mahasiswa ini untuk tetap konsisten menyuarakan apresiasi seni. Bagi mereka, meskipun dunia bergerak menuju modernitas kota, akar kehidupan desa dan nilai-nilai Indonesia tetap memiliki tempat yang istimewa untuk terus dirayakan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mini Soccer Kalibukbuk: Hiburan Sehat Pemicu Ekonomi Desa

18 Mei 2026 - 14:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 29: Menguatkan Ekonomi Kreatif

17 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 28: Musyawarah Desa Terbuka

14 Mei 2026 - 06:50 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Trending di RAGAM