Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 28 Feb 2026 16:18 WIB ·

Kampus Unsam Pasok Tandon Air Komunal di Seuneubok Pidie


					TIM Dosen dan Mahasiswa UNSAM peduli korban bencana. (Foto: Ist) Perbesar

TIM Dosen dan Mahasiswa UNSAM peduli korban bencana. (Foto: Ist)

Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] Krisis air bersih pascabanjir di Desa Seuneubok Pidie, Manyak Payed, kini mendapat solusi praktis. Alih-alih hanya memberikan bantuan sembako, tim Universitas Samudra (Unsam) memilih strategi intervensi kesehatan melalui pemasangan tandon air komunal dan distribusi paket sanitasi (hygiene kits) untuk memutus rantai penyakit lingkungan.

Langkah taktis ini diambil karena akses air bersih sering kali menjadi titik buta dalam penanganan pascabencana. Tim pengabdian masyarakat yang dipimpin Danar Hadisugelar menempatkan tandon di titik-titik strategis agar warga dapat mengakses air layak konsumsi secara merata untuk kebutuhan memasak hingga mandi.

Strategi Cegah Penyakit Pascabanjir
Banjir biasanya meninggalkan ancaman laten berupa diare dan penyakit kulit. Sebagai antisipasi, tim mahasiswa yang terdiri dari Syihabul Helmi, Tio Wanda Novitra, dan Muhammad Nur Syahputra, membagikan perlengkapan kebersihan dasar mulai dari sabun hingga kebutuhan bayi.

Tim dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan kemanusiaan berupa penyediaan air bersih berbasis tandon komunal serta distribusi hygiene kits bagi masyarakat terdampak di Desa Seuneubok Pidie, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Ist)

Danar Hadisugelar menegaskan bahwa aksi ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang didanai melalui Program Pengabdian Tanggap Bencana 2026. “Kami tidak hanya membawa tandon, tapi juga memberikan edukasi singkat tentang pentingnya menjaga sanitasi lingkungan agar warga tidak jatuh sakit setelah banjir surut,” ujarnya dalam siaran pers.

Sinergi Akademisi dan Desa
Inisiatif ini disambut hangat oleh Datok Desa Seuneubok Pidie, Tgk. H. Muslim. Menurutnya, kehadiran infrastruktur air komunal ini sangat meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air layak pakai akibat sumur yang tercemar material banjir.

Apresiasi tinggi diberikan kepada civitas akademika Unsam yang bergerak cepat melakukan respons darurat di lapangan. Harapannya, kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi ini menjadi model percontohan mitigasi bencana berbasis komunitas di Kabupaten Aceh Tamiang pada masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Strategi BUMDes dan Pemda Jaga Pangan Lokal dari Impor

24 Mei 2026 - 16:47 WIB

Indonesia di Persimpangan: Restorasi Kepercayaan Ekonomi Menembus Batas Desa

23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Masyarakat Adat Tolak Skema Hutan Desa Sorong Selatan

22 Mei 2026 - 15:00 WIB

Mini Soccer Kalibukbuk: Hiburan Sehat Pemicu Ekonomi Desa

18 Mei 2026 - 14:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 29: Menguatkan Ekonomi Kreatif

17 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 28: Musyawarah Desa Terbuka

14 Mei 2026 - 06:50 WIB

Trending di RAGAM