Banyumas, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Tanah Banyumas tidak hanya menyimpan pesona alam, tetapi juga mitos yang sanggup menggetarkan nyali. Hal ini dibuktikan oleh sutradara asal Ajibarang, Hendra Lee, lewat film horor terbarunya, Pocong Merah. Tayang perdana pada 19 Februari 2026, film ini memicu euforia luar biasa di Rajawali Cinema dan CGV Rita Supermall Purwokerto dengan kehadiran lebih dari 400 penonton pada hari pertama.
Bukan sekadar tontonan horor biasa, Pocong Merah adalah surat cinta Hendra Lee untuk tanah kelahirannya. Dengan lokasi syuting 100% di Banyumas, film ini mengangkat memori kolektif warga tentang tragedi kemanusiaan yang dibalut nuansa mistis.
Mitos Kebun Jagung dan Tragedi Masa Lalu
Salah satu kekuatan utama film ini adalah keberaniannya mengangkat legenda lokal. Pengambilan gambar di kawasan kebun jagung Ajibarang bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut menyimpan kisah kelam tentang seorang perempuan hamil yang tewas tragis dan dikuburkan secara tidak layak.
Hendra Lee berhasil mengonversi energi negatif dari mitos tersebut menjadi atmosfer sinematik yang mencekam. “Kami ingin menggali budaya dan kearifan lokal melalui genre horor. Ini adalah identitas kita yang sangat menarik untuk disaksikan dunia luar,” ujar Hendra.
Rumah: Ruang Kenangan dan Teror
Secara narasi, penonton diajak mengikuti perjalanan Rehan (Ferdian Aryadi), seorang arsitek yang memboyong keluarganya pindah ke Purwokerto demi karier. Namun, rumah impian mereka justru menjadi perangkap energi masa lalu.
Melalui perspektif budaya Jawa, rumah digambarkan bukan sekadar susunan bata dan semen, melainkan entitas yang memiliki “ingatan”. Praktik ilmu gaib dan sejarah kelam bangunan menjadi benang merah yang mengoyak ketenangan keluarga Rehan. Lapisan-lapisan emosi inilah yang membuat Pocong Merah terasa lebih personal bagi penonton lokal.
Panggung Bagi Talenta Lokal
Keberhasilan Pocong Merah juga menjadi kemenangan bagi para penggiat seni di Banyumas. Selain memboyong aktor nasional seperti Adinda Halona dan Ahmad Pule, Hendra Lee juga memberdayakan aktor lokal dan figuran setempat.
Keceriaan pecah saat tim produksi melakukan roadshow di berbagai radio lokal seperti Dian Swara hingga RRI Purwokerto. Antusiasme masyarakat mencapai puncaknya ketika para pemeran langsung diserbu warga untuk berfoto bersama usai pemutaran film. Bagi warga Banyumas, Pocong Merah adalah bukti nyata bahwa talenta daerah mampu menciptakan karya berstandar nasional yang menggetarkan.

Nanang Anna Noor, Jurnalis berpengalaman di media cetak,online dan televisi. Nanang Anna Noor juga seorang aktor film dan penyair Indonesia.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.