Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 20 Feb 2026 14:23 WIB ·

Horor Lokal Banyumas Pocong Merah Guncang Layar Lebar


					Horor Lokal Banyumas Pocong Merah Guncang Layar Lebar Perbesar

Banyumas, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Tanah Banyumas tidak hanya menyimpan pesona alam, tetapi juga mitos yang sanggup menggetarkan nyali. Hal ini dibuktikan oleh sutradara asal Ajibarang, Hendra Lee, lewat film horor terbarunya, Pocong Merah. Tayang perdana pada 19 Februari 2026, film ini memicu euforia luar biasa di Rajawali Cinema dan CGV Rita Supermall Purwokerto dengan kehadiran lebih dari 400 penonton pada hari pertama.

Bukan sekadar tontonan horor biasa, Pocong Merah adalah surat cinta Hendra Lee untuk tanah kelahirannya. Dengan lokasi syuting 100% di Banyumas, film ini mengangkat memori kolektif warga tentang tragedi kemanusiaan yang dibalut nuansa mistis.

Mitos Kebun Jagung dan Tragedi Masa Lalu
Salah satu kekuatan utama film ini adalah keberaniannya mengangkat legenda lokal. Pengambilan gambar di kawasan kebun jagung Ajibarang bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut menyimpan kisah kelam tentang seorang perempuan hamil yang tewas tragis dan dikuburkan secara tidak layak.

Hendra Lee berhasil mengonversi energi negatif dari mitos tersebut menjadi atmosfer sinematik yang mencekam. “Kami ingin menggali budaya dan kearifan lokal melalui genre horor. Ini adalah identitas kita yang sangat menarik untuk disaksikan dunia luar,” ujar Hendra.

Rumah: Ruang Kenangan dan Teror
Secara narasi, penonton diajak mengikuti perjalanan Rehan (Ferdian Aryadi), seorang arsitek yang memboyong keluarganya pindah ke Purwokerto demi karier. Namun, rumah impian mereka justru menjadi perangkap energi masa lalu.

Melalui perspektif budaya Jawa, rumah digambarkan bukan sekadar susunan bata dan semen, melainkan entitas yang memiliki “ingatan”. Praktik ilmu gaib dan sejarah kelam bangunan menjadi benang merah yang mengoyak ketenangan keluarga Rehan. Lapisan-lapisan emosi inilah yang membuat Pocong Merah terasa lebih personal bagi penonton lokal.

Panggung Bagi Talenta Lokal
Keberhasilan Pocong Merah juga menjadi kemenangan bagi para penggiat seni di Banyumas. Selain memboyong aktor nasional seperti Adinda Halona dan Ahmad Pule, Hendra Lee juga memberdayakan aktor lokal dan figuran setempat.

Keceriaan pecah saat tim produksi melakukan roadshow di berbagai radio lokal seperti Dian Swara hingga RRI Purwokerto. Antusiasme masyarakat mencapai puncaknya ketika para pemeran langsung diserbu warga untuk berfoto bersama usai pemutaran film. Bagi warga Banyumas, Pocong Merah adalah bukti nyata bahwa talenta daerah mampu menciptakan karya berstandar nasional yang menggetarkan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM