Serang, Banten [DESA MERDEKA] – Di tengah keterbatasan anggaran, Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni justru berhasil mencatatkan rapor hijau dalam pembangunan infrastruktur desa. Melalui program unggulan “Bangun Jalan Desa Sejahtera”, Andra Soni dinilai sukses mendobrak isolasi ekonomi pedesaan meski mengelola APBD yang jauh lebih kecil dibandingkan provinsi tetangga.
Direktur Riset dan Data Trunojoyo Institute, Amin Iskandar, mengungkapkan bahwa pencapaian infrastruktur Banten dalam setahun terakhir merupakan lompatan signifikan. Ia menyebut latar belakang gubernur sebagai anak petani menjadi “nyawa” di balik kebijakan yang sangat berpihak pada konektivitas desa.
“Ketika infrastruktur desa diperbaiki, konektivitas masyarakat menguat dan otomatis pertumbuhan ekonomi desa akan meroket,” jelas Amin dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).

Efisiensi Anggaran: Banten Bukan Jakarta
Amin Iskandar menyoroti pentingnya objektivitas publik dalam menilai progres pembangunan. Menurutnya, tidak adil membandingkan infrastruktur Banten dengan Jakarta atau Jawa Barat yang memiliki APBD berkali-kali lipat. Dengan APBD Banten yang berada di kisaran Rp10 triliun dan belanja modal sekitar Rp804 miliar, penggunaan anggaran dinilai sangat optimal dan tepat sasaran.
“Sangat tidak fair jika program perbaikan infrastruktur Banten dibandingkan dengan Jakarta yang punya anggaran raksasa. Dengan modal yang ada, capaian Banten sudah sangat luar biasa,” tegasnya.
Penghargaan sebagai Bukti Komitmen
Keberhasilan ini pun mendapat pengakuan secara nasional. Gubernur Andra Soni baru saja menerima penghargaan sebagai “Gubernur Peduli Infrastruktur Desa”. Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi pemerintah provinsi dalam membuka lapangan kerja melalui proyek-proyek padat karya di pedesaan.
Amin meminta masyarakat untuk tetap meyakini kerja keras pemerintah. Konektivitas antarkabupaten/kota yang kini terus tersambung diprediksi akan menjadi fondasi kuat bagi Banten untuk bersaing di masa depan. Fokus pada pembangunan desa dianggap sebagai langkah paling strategis untuk menciptakan kesejahteraan yang merata, bukan sekadar memoles wajah perkotaan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.