Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 1 Feb 2026 13:20 WIB ·

RSUP M Djamil Kini Punya “Lumbung” Air Mandiri Pasca-Bencana


					RSUP M Djamil Kini Punya “Lumbung” Air Mandiri Pasca-Bencana Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ketergantungan rumah sakit rujukan utama di Sumatera bagian tengah terhadap pasokan air PDAM kini mulai dikurangi. Sebagai langkah responsif pasca-bencana, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan sumur bor raksasa di RSUP dr. M. Djamil Padang untuk menjamin layanan medis tetap berjalan tanpa hambatan infrastruktur dasar.

Inovasi ini merupakan “solusi darurat” yang dipatenkan untuk memastikan keselamatan pasien tidak terancam saat pipa distribusi air kota mengalami gangguan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih di rumah sakit adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, terutama saat kondisi krisis.

“Rumah sakit rujukan sebesar M Djamil tidak boleh lumpuh hanya karena masalah air. Sumur bor ini adalah jawaban atas tantangan distribusi PDAM yang sering terganggu setelah bencana,” ujar Mahyeldi saat mendampingi Menteri PU, Dody Hanggodo, di Padang, Jumat (30/1/2026).

Teknologi 120 Meter dan Energi Surya
Proyek ini bukan sekadar pengeboran biasa. Kementerian PU menargetkan kedalaman hingga 120 meter untuk menjamin kualitas dan kuantitas debit air. Menariknya, infrastruktur ini dirancang mandiri sepenuhnya dengan dilengkapi tangki reservoir, sistem pompa canggih, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan.

Langkah ini diambil agar sistem pengeboran tetap berfungsi meskipun jaringan listrik utama padam saat bencana terjadi. “Instruksi Presiden Prabowo Subianto sangat jelas: rumah sakit tidak boleh kekurangan air. Ini menyangkut nyawa masyarakat,” tegas Menteri PU, Dody Hanggodo.

Lindungi 20 Operasi Besar Setiap Hari
Urgensi kemandirian air ini diperkuat oleh fakta bahwa RSUP dr. M. Djamil melayani lebih dari 20 operasi besar setiap harinya. Gangguan pasokan air selama satu jam saja bisa berakibat fatal bagi prosedur medis dan sterilisasi alat.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menambahkan bahwa rumah sakit harus memiliki sumber air cadangan yang handal. Dengan adanya sumur bor sedalam 120 meter ini, RSUP M Djamil kini memiliki “lumbung” air sendiri yang siap menyokong kebutuhan medis pasien dari berbagai provinsi tanpa harus cemas terhadap kendala distribusi eksternal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Karang Taruna Sumbar Jadi Agen Perisai Nasional

27 Juni 2026 - 22:10 WIB

Di Balik Sawah Jombang: Menantang Risiko Tanpa Jaring Pengaman

26 Juni 2026 - 07:18 WIB

Sinergi Sukuk dan Rp20 Triliun Dana Rantau Membangun Nagari

24 Juni 2026 - 09:21 WIB

Benteng Adat Minangkabau: Desa Bersatu Lawan Ancaman Narkoba

23 Juni 2026 - 09:51 WIB

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

Trending di PEMDA