Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sembilan hari pascabanjir bandang menghantam Kota Padang, duka masyarakat belum sepenuhnya kering. Meski air mulai surut, warga kini terhimpit krisis baru yang tak kalah menyesakkan: matinya aliran air bersih secara total. Kondisi ini memicu respons cepat dari Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang turun langsung ke titik pengungsian untuk mengawal distribusi logistik berskala raksasa.
Saat ini, sistem air PAM di wilayah terdampak mati total akibat material banjir yang menutup intake sungai. Dampaknya, air baku menjadi keruh pekat dan tak layak konsulmsi. Kondisi ini membuat warga di tempat evakuasi seperti Masjid Al Hijrah dan Perumahan Lumin Park harus bertahan di tengah keterbatasan fasilitas dasar.

Pasokan Beras dan Minyak Goreng Melimpah
Menanggapi krisis pangan di masa tanggap darurat, Titiek Soeharto memastikan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Bulog. Alokasi bantuan pangan untuk Sumatera Barat disiapkan dalam jumlah yang sangat besar guna menjamin tidak ada warga yang kelaparan di posko pengungsian maupun daerah terisolasi.
Total bantuan yang dialokasikan khusus untuk Sumatera Barat mencapai:
- 6.794.960 kilogram beras
- 1.358.992 liter minyak goreng
“Bantuan pangan dalam jumlah besar ini harus segera didorong ke titik-titik pengungsian dan daerah yang aksesnya sulit. Tidak boleh ada penundaan dalam situasi darurat,” tegas Titiek di hadapan jajaran Pemprov Sumbar.
Fokus Perbaikan Fasilitas Vital
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, melaporkan bahwa rusaknya infrastruktur, termasuk putusnya Jembatan Surau Gadang, menjadi kendala utama mobilitas bantuan. Namun, perhatian utama saat ini adalah memulihkan kembali akses air bersih yang menjadi kebutuhan paling krusial.
Merespons hal tersebut, Titiek Soeharto meminta pemerintah daerah segera melakukan koordinasi agresif dengan PDAM dan pusat. Perbaikan intake PAM menjadi prioritas agar aliran kehidupan kembali masuk ke rumah-rumah warga. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat masa pemulihan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi mengintai wilayah Sumatera Barat dalam beberapa waktu ke depan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.