Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 1 Des 2025 09:52 WIB ·

Krisis Air Bersih Padang: Logistik Beras Jutaan Kilo Mengalir


					Krisis Air Bersih Padang: Logistik Beras Jutaan Kilo Mengalir Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sembilan hari pascabanjir bandang menghantam Kota Padang, duka masyarakat belum sepenuhnya kering. Meski air mulai surut, warga kini terhimpit krisis baru yang tak kalah menyesakkan: matinya aliran air bersih secara total. Kondisi ini memicu respons cepat dari Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang turun langsung ke titik pengungsian untuk mengawal distribusi logistik berskala raksasa.

Saat ini, sistem air PAM di wilayah terdampak mati total akibat material banjir yang menutup intake sungai. Dampaknya, air baku menjadi keruh pekat dan tak layak konsulmsi. Kondisi ini membuat warga di tempat evakuasi seperti Masjid Al Hijrah dan Perumahan Lumin Park harus bertahan di tengah keterbatasan fasilitas dasar.

Pasokan Beras dan Minyak Goreng Melimpah
Menanggapi krisis pangan di masa tanggap darurat, Titiek Soeharto memastikan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Bulog. Alokasi bantuan pangan untuk Sumatera Barat disiapkan dalam jumlah yang sangat besar guna menjamin tidak ada warga yang kelaparan di posko pengungsian maupun daerah terisolasi.

Total bantuan yang dialokasikan khusus untuk Sumatera Barat mencapai:

  • 6.794.960 kilogram beras
  • 1.358.992 liter minyak goreng

“Bantuan pangan dalam jumlah besar ini harus segera didorong ke titik-titik pengungsian dan daerah yang aksesnya sulit. Tidak boleh ada penundaan dalam situasi darurat,” tegas Titiek di hadapan jajaran Pemprov Sumbar.

Fokus Perbaikan Fasilitas Vital
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, melaporkan bahwa rusaknya infrastruktur, termasuk putusnya Jembatan Surau Gadang, menjadi kendala utama mobilitas bantuan. Namun, perhatian utama saat ini adalah memulihkan kembali akses air bersih yang menjadi kebutuhan paling krusial.

Merespons hal tersebut, Titiek Soeharto meminta pemerintah daerah segera melakukan koordinasi agresif dengan PDAM dan pusat. Perbaikan intake PAM menjadi prioritas agar aliran kehidupan kembali masuk ke rumah-rumah warga. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat masa pemulihan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi mengintai wilayah Sumatera Barat dalam beberapa waktu ke depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 118 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hari Jadi Sumbar ke-81 Jadi Sorotan, Muhidi Tekankan UMKM, Budaya hingga Ketangguhan Bencana

1 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Kawal Transisi Desa, Camat Pebayuran Kumpulkan Pj Kades

29 September 2026 - 11:51 WIB

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Trending di KABAR PEMDA