Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 11 Feb 2025 10:01 WIB ·

Warga Desa Manggis Demo Tuntut Keadilan Pengelolaan Lahan Hutan


					Warga Desa Manggis Demo Tuntut Keadilan Pengelolaan Lahan Hutan Perbesar

Kediri [DESA MERDEKA] –  Sengketa pengelolaan lahan hutan kembali mencuat di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Ratusan warga menggelar demonstrasi damai di depan kantor Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri pada Senin (10/2), menuntut transparansi dan keadilan dalam pengelolaan lahan yang mereka garap.

Sorotan utama demo ini adalah keanggotaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Adil Sejahtera. Warga merasa ada ketidakadilan dalam proses perekrutan dan pembagian lahan, terutama sejak kepemimpinan berganti.

Menanggapi tuntutan warga, pihak KPH Kediri bersama Badan Kesbangpol, Kejaksaan, dan Kepolisian mengadakan audiensi. Hasilnya, disepakati bahwa validasi keanggotaan LMDH akan dilakukan pada 19 Februari mendatang.

Miswanto, Administrator KPH Kediri, menjelaskan bahwa konflik ini kompleks dan melibatkan dua skema pengelolaan hutan yang berbeda. “Perhutani tidak memiliki kewenangan penuh dalam mengelola LMDH. Namun, kami akan memfasilitasi proses validasi,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan warga, Mulyadi, menegaskan bahwa tuntutan utama mereka adalah pemulihan hak-hak atas lahan yang telah dicabut. “Kami ingin kejelasan status lahan kami dan transparansi dalam pengelolaannya,” tegasnya.

Kuasa hukum LMDH Adil Sejahtera, Heri Sunoto, menyatakan akan mengkaji lebih lanjut terkait tuntutan warga. “Kami akan pastikan semua proses sesuai dengan aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko, berharap dengan adanya validasi, konflik ini dapat segera terselesaikan. “Namun, jika masih ada pihak yang merasa dirugikan, jalur hukum tetap terbuka,” katanya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 200 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda di Obi: Konsolidasi 200 Armada Lokal Melawan Ketimpangan Logistik Desa

29 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Menantang Ombak Pesisir Domas Lewat Racikan Probiotik Kampus

22 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Gadai Bawah Tangan: Benturan Transaksi Informal dengan Hukum Formal

21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Tragedi Desa Sugi: Trauma Mafia Tanah dan Apatisme Nelayan Mangrove

12 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Trending di RAGAM