Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 23 Apr 2026 09:32 WIB ·

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia


					Suasana workshop media bertajuk Perbesar

Suasana workshop media bertajuk "cerita koperasi desa jadi berita bermakna" dari Kementerian Komunikasi dan Digital di Bandung, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Bandung, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Wajah ekonomi Indonesia masa depan tidak lagi ditentukan dari gedung pencakar langit Jakarta, melainkan dari denyut nadi koperasi di pelosok desa. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini memproyeksikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi inklusif. Fondasinya kuat: penetrasi internet nasional yang telah menyentuh angka 80 persen pada 2025.

Konektivitas digital yang kini menjangkau 98 persen wilayah berpenduduk Indonesia menjadi modal krusial. Melalui koperasi, produk UMKM desa mulai dari hasil tani hingga kerajinan tangan tidak lagi hanya jago kandang, tetapi siap merambah pasar global. Pembangunan kini resmi bergeser: dari urban centric menjadi berbasis kekuatan sumber daya manusia di tingkat akar rumput.

Memutus Rantai Pemasaran Lewat Literasi Digital
Plt Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan bahwa koperasi hadir untuk memberikan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha desa. Integrasi digital dalam proses promosi hingga distribusi diharapkan mampu memotong rantai pemasaran yang selama ini tidak efisien dan merugikan petani maupun pengrajin.

Namun, infrastruktur internet saja tidak cukup. Peningkatan kualitas SDM desa agar melek teknologi menjadi syarat mutlak. “UMKM dan koperasi harus mampu beradaptasi dan masuk ke dalam ekosistem digital yang lebih luas,” ujar Farida dalam workshop di Bandung, Rabu (22/4/2026). Kualitas kerja dan kemampuan digital warga desa kini menjadi penentu daya saing ekonomi nasional.

Media Sebagai Jembatan Inspirasi Warga Desa
Pemerintah turut mengajak insan pers untuk mengubah data statistik pembangunan menjadi cerita yang bermakna dan menginspirasi. Media dipandang sebagai jembatan strategis untuk membentuk persepsi positif publik terhadap pemberdayaan desa. Narasi yang akurat dan berimbang diharapkan mampu memacu semangat pelaku ekonomi di desa untuk terus berinovasi.

Dengan indeks konektivitas yang terus meroket, terutama di wilayah Jawa Barat, koperasi desa bertransformasi menjadi agregator ekonomi yang tangguh. Transformasi ini menjanjikan manfaat nyata: peningkatan kapasitas individu warga desa serta pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM