Bukittinggi, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Safari Ramadan biasanya identik dengan seremoni formal, namun Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengubah tradisi tersebut menjadi sesi “perkenalan terbuka” birokrasi kepada rakyat. Di Masjid Al Ishlah, Bukit Apik Puhun, Kota Bukittinggi, Senin (23/2/2026), Vasko memboyong para pejabat teras Pemprov Sumbar untuk diperkenalkan langsung kepada jemaah.
Langkah ini diambil agar warga tidak lagi merasa ada jarak dengan pengambil kebijakan. Vasko ingin masyarakat tahu wajah-wajah di balik layar pelayanan publik, sehingga penyampaian aspirasi tidak lagi menemui jalan buntu. “Kami ingin memastikan masyarakat tahu ke mana harus mengadu jika menghadapi kendala layanan publik,” tegas Vasko di hadapan jemaah.
Dukungan Finansial untuk Pusat Peradaban
Agenda ini tidak hanya membawa rombongan pejabat, tetapi juga solusi nyata bagi fasilitas keagamaan. Pemprov Sumbar menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta khusus untuk pengembangan Masjid Al Ishlah. Tak ketinggalan, Bank Nagari turut memberikan bantuan Rp10 juta, ditambah santunan bagi keluarga prasejahtera dan petugas masjid dari Baznas Provinsi Sumbar.
Bantuan ini menjadi jawaban atas kegelisahan pengurus masjid. dr. Tedi Fauzi, Ketua Pengurus Masjid Al Ishlah, mengungkapkan bahwa masjid yang berawal dari surau tahun 1960 ini sedang terkendala biaya untuk melebarkan pintu masuk yang sempit. Dukungan pemerintah ini diharapkan menjadi pemantik bagi renovasi fisik agar jemaah lebih nyaman beribadah.
Sinergi Lintas Sektor di Kota Wisata
Kegiatan Wagub Vasko di Bukittinggi rupanya berlangsung maraton sejak siang hari. Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengapresiasi gerak cepat Wagub yang juga menyasar program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Sinergi antara provinsi dan kota ini dianggap sebagai kunci percepatan pembangunan yang langsung menyentuh akar rumput.
Melalui pendekatan ini, Safari Ramadan tidak lagi hanya sekadar kunjungan ibadah, melainkan jembatan komunikasi yang efektif. Masjid Al Ishlah kini bukan sekadar tempat salat, tapi bertransformasi menjadi pusat penguatan sosial di mana pemerintah hadir mendengarkan, mengenalkan diri, dan memberi solusi bagi kebutuhan warganya.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.