Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 8 Jun 2026 22:18 WIB ·

Terminal Barang Glagahan: Peluang Emas atau Ancaman Desa?


					Terminal Barang Glagahan: Peluang Emas atau Ancaman Desa? Perbesar

Jombang, Jawa Timur [Desa Merdeka] Puluhan truk kini rutin keluar-masuk Terminal Barang Glagahan di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, sejak awal Juni 2026. Kehadiran terminal di lahan seluas 25.240 meter persegi ini bukan sekadar urusan parkir kendaraan besar. Bagi Desa Glagahan, ini adalah harapan baru untuk memangkas rantai distribusi pangan yang selama ini membuat harga produk petani murah di desa, namun melambung tinggi di tangan konsumen. Di tengah fakta bahwa 68 persen desa di Indonesia masih kekurangan gudang pangan, terminal ini berpotensi menjadi pintu keluar utama bagi padi, jagung, hingga cabai hasil petani lokal.

Dampak ekonomi yang ditawarkan cukup nyata. Aktivitas bongkar muat setiap hari adalah magnet bagi warga desa untuk membuka peluang bisnis baru—mulai dari warung makan, kedai kopi, hingga bengkel darurat untuk sopir. Lebih jauh, pengelolaan terminal ini membuka lowongan kerja bagi tenaga lokal sebagai petugas keamanan, parkir, hingga tenaga kebersihan. Jika menilik proyek serupa di daerah lain, keterlibatan tenaga kerja lokal dapat mencapai 34 persen, angka yang cukup signifikan untuk menurunkan angka pengangguran di tingkat desa.

Namun, transisi dari lahan bekas pembibitan pertanian menjadi terminal barang bukannya tanpa tantangan. Kepala Dishub Jombang, Sugianto, mengakui bahwa baru sekitar 25 persen area yang siap beroperasi. Dengan fasilitas yang masih minim—seperti belum adanya musala, toilet permanen, hingga sistem CCTV—warga memiliki hak penuh untuk menuntut kepastian keamanan dan kenyamanan. Kekhawatiran akan kerusakan jalan desa akibat lalu lintas truk berat serta ancaman premanisme menjadi catatan kritis yang harus segera diselesaikan.

Masa uji coba yang berlangsung hingga 30 Juni 2026 adalah momentum emas bagi warga Desa Glagahan untuk bersuara. Saat ini, truk masih bebas parkir tanpa retribusi, namun ke depan, sistem akan mengeras. Warga, BUMDes, dan perangkat desa harus segera duduk bersama untuk memastikan terminal ini menjadi berkah, bukan petaka. Infrastruktur logistik adalah aset milik bersama; mengawalnya sekarang jauh lebih bijak daripada menyesali dampak lingkungan dan keamanan saat operasional penuh dimulai nanti.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025: Pendapatan Tembus 99%

21 Juli 2026 - 09:13 WIB

Malaka Dapat 1.464 Rumah Bantuan Wilayah Perbatasan

15 Juli 2026 - 16:08 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Orang Baik Jangan Jadi Penonton

12 Juli 2026 - 22:32 WIB

Jalan Kritis Kelok 44 Agam Ancam Ekonomi dan Wisata

11 Juli 2026 - 21:45 WIB

Sumbar Kunci 166 Ribu Hektare Sawah dari Pengembang

9 Juli 2026 - 14:50 WIB

Asap Dapur Mengebul, Buruh Tembakau Jombang Terima BLT

2 Juli 2026 - 14:58 WIB

Trending di PEMDA