Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 6 Jun 2026 23:38 WIB ·

Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri


					Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pantai Purus di Kota Padang mendadak riuh dengan aksi nyata ratusan relawan pada Sabtu (6/6/2026). Di bawah komando Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, aksi gotong royong massal dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum untuk menggaungkan “Gerakan Indonesia Asri”. Namun, kegiatan ini bukan sekadar seremoni kebersihan pantai; ini adalah seruan perubahan besar: bagaimana mengelola sampah dari rumah agar tidak lagi berakhir menumpuk di TPA.

Secara geografis, Sumatera Barat memiliki bentang alam yang memukau, dari garis pantai hingga nagari-nagari di perbukitan yang menjadi magnet pariwisata. Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi. Ia membagikan pengalaman sukses saat menata kawasan Pantai Padang beberapa tahun lalu, di mana penataan lingkungan yang disiplin mampu memicu lonjakan pendapatan sektor pariwisata hingga 600 persen. “Kebersihan dan penataan lingkungan memberikan dampak nyata terhadap ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Bagi warga di tingkat nagari atau desa, pesan gubernur sangat krusial: mulailah memilah sampah dari sumbernya. Mahyeldi mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengelolaan sampah mandiri di kantor hingga sekolah. Sampah organik, misalnya, bukan lagi musuh, melainkan potensi ekonomi jika diolah menjadi kompos atau pakan maggot. Begitu pula sampah plastik yang memiliki nilai daur ulang. “Sampah sesungguhnya bisa menjadi berkah jika dikelola dengan baik,” tambahnya.

Strategi “hilirisasi” sampah di tingkat rumah tangga ini diharapkan dapat menjadi model bagi setiap nagari di Sumbar. Dengan melibatkan seluruh elemen—mulai dari masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta—Gerakan Indonesia Asri ingin memastikan bahwa “Aman, Sehat, Resik, dan Indah” bukan sekadar jargon, melainkan gaya hidup.

Ke depan, Dinas Lingkungan Hidup Sumbar ditargetkan menyusun panduan praktis yang memudahkan setiap warga untuk ikut ambil bagian. Budaya peduli lingkungan yang tertanam dari level RT/RW hingga nagari akan menjadi benteng bagi alam Sumbar. Jika setiap rumah tangga mampu mandiri mengelola sampahnya, bukan hanya keasrian yang terjaga, tetapi potensi ekonomi desa wisata pun akan semakin terbuka lebar. Kesadaran untuk tidak menjadi penyebab sampah, melainkan menjadi pelopor pengolah sampah, adalah karakter baru yang kini tengah dibangun di tanah Minangkabau.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa

1 Juni 2026 - 17:35 WIB

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Dinsos Jombang Salurkan Bantuan ATENSI 2026 kepada 34 Penerima Manfaat untuk Kembangkan Usaha

26 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Satlinmas Nagari Garda Amankan Pembangunan Desa Sumatera Barat

25 Mei 2026 - 20:57 WIB

Trending di PEMDA