Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 30 Mei 2026 07:50 WIB ·

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas


					Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintahan Sumatera Barat kini resmi “naik kelas”. Berdasarkan evaluasi terbaru Kementerian PANRB tahun 2026, Pemprov Sumbar sukses mengantongi Indeks Reformasi Birokrasi (RB) sebesar 89,32 dengan predikat A-. Bagi masyarakat, angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan janji nyata akan birokrasi yang lebih sat-set, transparan, dan tidak lagi berbelit-belit.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil maraton panjang dari seluruh perangkat daerah.

“Reformasi birokrasi bukan sekadar mengejar angka. Fokus utamanya adalah bagaimana menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Mahyeldi di Padang, Jumat (29/5/2026).

Baginya, pemerintah harus adaptif, bersih, dan akuntabel, terutama dalam merespons kebutuhan masyarakat hingga level desa.

Jika menilik ke belakang, tren peningkatan ini sangat konsisten. Sejak 2021 dengan predikat B, Sumbar terus tancap gas hingga mencapai predikat A- selama dua tahun terakhir. Kepala Biro Organisasi Setdaprov Sumbar, Dina Febriyanti, membeberkan bahwa rahasia sukses ini ada pada perbaikan indikator spesifik yang krusial bagi publik.

Indeks Reformasi Hukum mencatatkan nilai fantastis sebesar 97,14, sementara tata kelola pengadaan menyentuh angka 94,15. Yang tak kalah penting bagi warga, tingkat kepatuhan standar pelayanan publik kini berada di angka 91,65, didukung dengan digitalisasi arsip yang mencapai 89,72. Angka-angka ini menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem pemerintahan yang bersih.

Bagi warga desa, sinergi ini menjadi angin segar. Dengan birokrasi provinsi yang semakin terdigitalisasi dan berorientasi hasil, hambatan administratif dalam urusan desa—mulai dari pengadaan hingga pelaporan—diharapkan menjadi lebih simpel dan minim celah korupsi. Kepercayaan masyarakat menjadi taruhan, dan Pemprov Sumbar kini membuktikan bahwa mereka serius ingin menjaga kepercayaan tersebut.

Ke depan, tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa semangat “RB Berdampak” ini benar-benar meresap hingga ke kantor-kantor pemerintahan nagari. Dengan budaya kerja kolaboratif dan digitalisasi yang kian kencang, pelayanan publik yang berkualitas tidak lagi menjadi barang mewah, melainkan standar baru bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas

29 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Ratusan Anak Tumbang, Borok Dapur Makan Bergizi Gratis Sumbar Terbongkar

13 Oktober 2026 - 06:05 WIB

Trending di KABAR PEMDA