Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 1 Jun 2026 17:35 WIB ·

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa


					Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Di bawah langit Padang yang cerah pada Senin (1/6/2026), peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar upacara formal di halaman kantor gubernur. Bagi masyarakat di akar rumput, pesan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, tentang “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” memiliki makna mendalam. Di tingkat desa, tempat di mana keberagaman bertemu dalam keseharian, Pancasila adalah “jangkar moral” yang menjaga harmoni agar tidak karam dihantam gelombang disrupsi teknologi dan polarisasi.

Secara geografis, Sumatera Barat dengan bentang alam dari pesisir Pantai Padang hingga dataran tinggi Bukit Barisan, memiliki struktur sosial yang erat dengan tradisi musyawarah. Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar jargon, melainkan penuntun dalam kehidupan bernegara. Terutama sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menjadi napas kehidupan masyarakat desa di Sumbar yang kental dengan nilai religius. Sila inilah yang menjaga agar perbedaan suku maupun budaya tetap terikat dalam persaudaraan.

Bagi generasi Z yang akrab dengan dunia digital, tantangan terbesar saat ini adalah hoaks dan upaya pecah belah di media sosial. Gubernur mengingatkan agar masyarakat desa tidak mudah terprovokasi. Di sinilah peran penting nilai gotong royong yang menjadi intisari Pancasila. Saat warga desa kembali pada semangat persatuan, maka tantangan global apa pun tidak akan mampu meruntuhkan ketahanan sosial bangsa.

Momen ini semakin bermakna dengan pemberian apresiasi kepada putra-putri terbaik dari Payakumbuh dan Pesisir Selatan. Mereka adalah potret nyata bahwa dedikasi terhadap bangsa tumbuh dari daerah. Ketika nilai Pancasila diaktualisasikan ke dalam praktik sehari-hari—mulai dari cara kita bertetangga hingga cara kita bermusyawarah di balai desa—maka pembangunan tidak hanya akan maju secara fisik, tetapi juga secara mental-spiritual. Pancasila pada akhirnya adalah jembatan yang memastikan bahwa perjalanan bangsa, dari desa hingga ke pusat kota, tetap berada di jalur yang benar dan berkeadilan bagi seluruh rakyat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Mulus Limau Manis: Syukuran Warga atau Lonceng Kematian Desa?

1 November 2026 - 00:04 WIB

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas

29 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Trending di KABAR PEMDA