Cirebon, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Pendidikan Sains Universitas Sunan Gunung Jati (UGJ) Cirebon, merespons positif model konservasi flora lokal berbasis QR-Code yang diterapkan di Desa Wisata Menari, Ngrawan, Kabupaten Semarang. Program ini mempermudah mahasiswa UGJ untuk mempelajari keanekaragaman flora lokal di desa tersebut selama kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Dalam KKL tersebut, para mahasiswa menjelajahi lahan pertanian dan pekarangan desa, memanfaatkan papan edukasi flora yang dilengkapi dengan sistem informasi digital berupa QR-Code. Menurut Tarmidzi, seorang staf dosen UGJ yang mendampingi, inovasi ini sangat bermanfaat. “Pengetahuan masyarakat tentang jenis flora lokal sudah semakin menurun sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, sistem ini memungkinkan mahasiswa dan masyarakat untuk mengetahui asal-usul, sebaran, dan kegunaan flora bagi Dusun Tanon, Desa Menari. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW yang sudah menginisiasi pembuatan QR-Code flora lokal di Desa Menari,” lanjut Tarmidzi.

Papan edukasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Pengabdian Masyarakat dari FPB UKSW Salatiga dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) Unika Soegijapranata Semarang. Proyek konservasi dan promosi keanekaragaman flora ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), didukung oleh hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025.
Ketua pelaksana program, Yoga Aji Handoko, dosen dari FPB UKSW, menjelaskan bahwa program ini telah disosialisasikan sejak Juli 2025 dan direalisasikan pada Agustus hingga September 2025. Dengan adanya papan edukasi ini, masyarakat dan wisatawan dapat dengan mudah mengakses informasi lengkap mengenai flora, mulai dari nama ilmiah, ekologi, morfologi, klasifikasi, teknik budidaya, pemanfaatan, hingga status konservasinya.
Widhi Handayani, dosen dari FITL Unika Soegijapranata, menambahkan bahwa papan edukasi tersebut juga menjadi sarana pembelajaran efektif bagi generasi muda dan memudahkan pemantauan upaya pelestarian flora. Melalui program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya konservasi flora lokal semakin meningkat, sekaligus mendukung potensi pariwisata edukatif di Desa Menari.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.